Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan sebagian besar warga yang menjadi korban banjir akibat meluapnya sejumlah sungai di daerah itu pada 7 Mei 2026 mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebong, Evan Marta saat dihubungi di Lebong, Rabu, mengatakan kesimpulan tersebut didapat setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan pascabencana terhadap 125 warga terdampak.

"Dari 125 warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, lebih dari 50 persen di antaranya mengalami tekanan darah tinggi. Selain itu, ada juga yang mengeluhkan sakit maag, flu, dan penyakit ringan lainnya," kata dia.

Dia menjelaskan, melonjaknya kasus hipertensi di kalangan korban banjir dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial di antaranya adalah faktor psikologis berupa stres yang dialami warga setelah rumah dan lingkungan mereka rusak diterjang banjir.

Kemudian, kata dia, adanya kelelahan fisik yang luar biasa saat warga berupaya membersihkan sisa-sisa lumpur dan material banjir dari dalam rumah mereka.

"Selain faktor stres dan kelelahan, pola makan warga selama masa darurat banjir juga dinilai ikut mempengaruhi kondisi kesehatan mereka," terangnya.

Menurut Evan, selama kondisi darurat banyak warga yang mengonsumsi makanan instan maupun makanan kaleng dalam jangka waktu tertentu. Jenis makanan tersebut diketahui memiliki kandungan natrium atau garam yang cukup tinggi.

"Konsumsi makanan tinggi natrium secara berlebihan dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama bagi warga yang sebelumnya memang memiliki riwayat hipertensi. Ditambah lagi, ada warga yang kehilangan obat rutin mereka saat banjir terjadi sehingga pengobatan terputus," tegasnya.

Terkait kondisi tersebut, Dinkes Lebong mengimbau warga agar tetap menjaga pola makan dan menghindari konsumsi makanan yang dapat memperburuk tekanan darah di masa pemulihan ini.

Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda wilayah itu sejak Rabu (6/5) malam hingga Kamis (7/5) pagi telah memicu banjir dan tanah longsor di empat kecamatan di Kabupaten Lebong.

Meskipun banjir sempat merendam ratusan rumah, fasilitas publik, hingga memutus sebuah jembatan gantung, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini genangan air telah surut dan warga telah kembali ke kediaman masing-masing untuk melakukan pembersihan.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026