Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 60 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah rampung dibangun di sejumlah kecamatan daerah ini.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko Sapriadi saat dihubungi dari Bengkulu, Selasa, mengatakakan, jumlah KDMP yang selesai dibangun sebanyak 60 unit tersebut berdasarkan laporan dari pihak Makodim 0428/Mukomuko.
"Masalah pembangunan fisik KDMP kita tidak tahu, cuma kami dapat data sebagai laporan saja dari Kodim," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterima instansinya, selain 60 KDMP selesai dibangun, termasuk laporan soal tanahnya sudah didapat sebanyak 150 bidang sesuai dengan jumlah KDMP yang dibangun di daerah ini sebanyak 150 unit.
Sedangkan KDMP di desa lain daerah ini yang belum selesai dibangun sampai sekarang masih dalam proses pembangunan. Begitu juga dengan legalitas tanah untuk lokasi pembangunan KDMP masih dalam proses sertifikat di bidang aset daerah ini.
"Tanah untuk KDMP itu dalam proses perolehannya. Karena tanah itu kan ada tanah desa, ada yang tanah pemerintah daerah, termasuk ada tanah provinsi, jadi seluruhnya dalam proses," ujarnya.
Untuk itu, bidang aset di Badan Keuangan Daerah Mukomuko yang mengurus proses sertifikasi aset tanah untuk lokasi KDMP.
Sementara target pembangunan seluruh KDMP untuk daerah ini, kata dia pula, kalau berdasarkan laporan dari Dandim kemarin targetnya akhir Juli tahun ini harus selesai100 persen karena direncanakan bulan Agustus tahun ini peluncuran KDMP secara nasional.
Dia berharap, pembangunan KDMP di daerah ini cepat selesai dan dibentuk agar bisa segera dioperasikan sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa dan kelurahan serta diharapkan bisa menjadi pusat layanan terpadu di desa.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.