Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tahun 2025 melakukan pemeliharaan terhadap delapan pasar tradisional guna memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pengunjung pasar tersebut.
"Pemeliharaan pasar bentuknya penimbunan lokasi pasar yang becek," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko Hutri Wahyudi di Mukomuko, Sabtu.
Sebanyak delapan pasar tradisional di daerah ini yang menjadi sasaran kegiatan pemeliharaan tahun 2025, yakni pasar tradisional yang terletak di Desa Lubuk Sanai, Kelurahan Koto Jaya, Desa Agung Jaya, Kecamatan Teras Terunjam.
Kemudian, pasar tradisional di Desa Mekar Mulya, pasar tradisional di Desa Tirta Makmur, pasar di Desa Tunggal Jaya, Desa Batu Enjung, dan Kecamatan Ipuh.
Dia menjelaskan, setiap pasar dari delapan pasar tradisional ada dua hingga tiga mobil yang membawa pasir dan batu untuk menimbun bagian lokasi pasar yang becek saat musim hujan.
Dia berharap, setelah kegiatan pemeliharaan berupa penimbunan bagian lokasi pasar yang becek saat musim hujan tersebut memberikan kemudahan kendaraan membawa barang di dalam pasar.
Sementara itu, pemerintah daerah selama ini bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal ini desa dalam mengelola sebanyak 17 pasar tradisional di daerah ini.
Kerja sama dengan desa ini meliputi pungutan retribusi pasar tradisional yang terdiri atas sewa los, kios, dan pelataran di pasar.
Dari kerja sama pengelolaan retribusi di 17 pasar tradisional ini, ia menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar tradisional sekitar Rp250 juta, atau sama dengan target tahun sebelumnya.
Dari target tersebut, kata dia, setiap pengelola pasar tradisional akan membayar retribusi kepada pemerintah daerah dengan jumlah yang bervariasi, tergantung pada luas los, kios, dan pelataran.
"Target pendapatan dari setiap pasar bervariasi, rata-rata antara Rp25 juta hingga Rp29 juta. Ada juga yang kecil, hanya Rp10 juta," ujarnya.
