Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Mayoritas Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memilih tiga jenis usaha untuk menopang bisnis koperasinya, yakni penjulan pupuk dan gas elpiji bersubsidi serta warung serba ada atau waserda.
"Masih sekitar pupuk, gas elpiji, dan waserda karena itu ditopang oleh Bulog, Pertamina, dan PT Pupuk Sriwijaya," kata Kepala Bidang Perindustrian, Koperasi, dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Mukomuko, Denni Haryadi, di Mukomuko, Selasa.
Dia mengatakan, selanjutnya perusahaan yang berada di bawah BUMN ini akan memenuhi berapa banyak kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih ini.
Terkait dengan pengiriman barang yang dibutuhkan oleh koperasi tersebut, setelah koperasi membayar kepada perusahaan-perusahaan tersebut.
Dia mengatakan, dari sebanyak 151 Koperasi Merah Putih di daerah ini, dua koperasi percontohan, yakni di Desa Pulai Payung dan Desa Lubuk Gedang yang pertama mulai melakukan aktivitas usahanya.
"Dua koperasi ini mulai usahanya sebelum peluncuran Koperasi Merah Putih tanggal 21 Juli 2025. Nanti tanggal 15 Juli 2025 distributor sudah mengisi gudang-gudang dua koperasi percontohan tersebut," ujarnya.
Dia mengungkapkan, pelaksanaan peluncuran Koperasi Merah Putih secara serentak seluruh Indonesia diundur dari tanggal 19 Juli menjadi 21 Juli 2025.
Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih berlangsung secara Zoom Meeting dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Kabupaten Mukomuko dan Kota Bengkulu mewakili Provinsi Bengkulu mengikuti Zoom Meeting peluncuran Kopdes Merah Putih dengan Presiden RI.
Bupati Mukomuko Choirul Huda dan Wakil Bupati Rahmadi AB akan mengikuti Zoom Meeting peluncuran Kopdes Merah Putih dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala daerah dan wakil kepala daerah setempat mengikuti Zoom Meeting dengan Presiden RI di dua tempat usaha Kopdes Merah Putih percontohan di daerah tersebut.
