Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan kualitas produknya, agar cepat naik kelas.
"Pelatihan diikuti oleh 40 orang pelaku UMKM. Pelatihan ini bertujuan supaya pelaku UMKM di daerah ini bisa naik kelas," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Kabupaten Mukomuko Nurdiana di Mukomuko, Rabu.
Dia mengatakan hal itu usai pembukaan pelatihan UMKM yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 27-29 Agustus 2025 di aula salah satu hotel di Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko.
Pelatihan UMKM ini dibuka oleh Asisten I Bidang Kesra dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko Hariyanto dan dihadiri oleh sejumlah narasumber baik dari perbankan dan perizinan di daerah ini.
Nurdiana mengatakan, instansinya membantu pelaku UMKM naik melalui kepengguran Nomor Induk Berusaha (NIB), permodalan, sertifikat halal, packaging, kemudian mereka dilatih membuat katalog.
Selama tiga hari ini, ia memastikan, pelaku UMKM sudah punya NIB, sudah ada barcode lokasi usahanya, packeging bagus, lalu produk UMKM di ekspos di wabsite Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko.
Asisten I Bidang Kesra dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko Hariyanto mengatakan hari ini pelatihan UMKM tingkat kabupaten.
Sebenarnya, ada kurang lebih 13 ribu UMKM di Kabupaten Mukomuko, tapi sekarang mengingat anggaran cuma 40 pelaku UMKM yang menjadi peserta pelatihan.
Dia menjelaskan, pelatihan UMKM ini, bagaimana UMKM ke depan berkontribusi dalam rangka mensejahterakan masyarakat,
bagaimana memfasilitasi UMKM bersaing secara digital dan kualitas kulinernya bersaing promosinya.
sehingga produk UMKM Mukomuko betul-betul tidak kalah dengan UMKM lain di tingkat daerah, provinsi, dan nasional.
"Kita harapkan UMKM di Mukomuko, kita berkolaborasi sama-sama membangun Mukomuko di bidangmya masing-masing," ujarnya.
Terkait peran pemda dalam mengembangkan UMKM, kata dia, l pemda yang pertama membina mereka dari segi ilmunya, membina media, sekarang ada katalog.
Apabila produk mereka sudah di ekspose di e katalog, maka sudah terkoneksi semua dan orang luar bisa mengetahui kuliner Kabupaten Mukomuko.
Kemudian juga bagaimana kualitas kuliner dari segi kesehatan dari segi halal haramnya sehinga tidak ada kuliner di Kabupaten Mukomuko yang ilegal, semua bisa legal dimanfaatkan oleh masyarakat dan sehat untuk masyarakat Mukomuko.
Untuk Pangan Industri Rumah Tangga atau PIRT, dia mengatakan, pemda ada kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan dengan kawan-kawan Disperindagkop Mukomuko.
Untuk mendapatkan PIRT, menurut dia, mereka dilatih dulu bagaimana industri rumah tangga berkualitas secara kesehatan secara sarana dan prasarama dan alat alatnya.
"Itu dulu kita latih betul-betul, kemudian kita lihat di tempatnya masing masing sehingga dia layak untuk mendapatkan PIRT," demikian Hariyanto.
