"Perairan laut yang berubah warna merah dan berminyak itu mulai dari Air Hitam hingga Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko," kata Ketua Nelayan Pantai Indah Mukomuko Bunhur, didampingi sekretarisnya Syahrial. di Mukomuko, Senin.
Ia menyebutkan, selama dua minggu ini limbah tersebut mencemari perairan laut di wilayah tersebut. Limbah tersebut berbentuk serabut, berwarna merah dan berminyak.
Mayoritas nelayan di wilayah itu mengeluh karena limbah tersebut lengket di alat tangkap ikan milik nelayan. Dan limbah yang lengket di alat tangkap ikan sulit untuk dibuang.
Selain itu, katanya, limbah tersebut membuat hasil tangkap nelayan setempat menurun drastis. Karena ikan di menjauh dari lokasi yang ada limbahnya.
Ia menyatakan, pihaknya telah menyampaikan keluhan nelayan tersebut kepada kepada bupati setempat dan Dinas Kelautan dan Perikanan.
Ia berharap, ada solusi dari pemerintah daerah setempat untuk mengatasi limbah yang mencemari laut di wilayah itu.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko Rahmad Hidayat meminta nelayan melaporkan masalah itu ke instansi tersebut.
"Kami minta mereka membuat surat resmi terkait masalah itu, selanjutnya dinas ini menyurati Dinas Lingkungan Hidup untuk meminta dinas itu menelitinya," ujarnya.
Baca juga: Nelayan Mukomuko pertanyakan asal limbah cemari laut
Pewarta: Ferri AriantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.