Mukomuko, Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sedang mengumpulkan data sembilan sektor usaha di daerah itu, guna mengetahui perkembangan termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat setiap tahun.

"Sembilan sektor itu meliputi Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Listrik, Gas dan Air Minum, bangunan/konstruksi, perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan, rersewaan dan jasa perusahaan," kata Kepala Bagian Administrasi Ekonomi dan Penanaman Modal Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Edi Yanto, di Mukomuko, Selasa.

Dari sembilan sektor usaha tersebut, kata dia, akan ada perhitungan produk domistik regional bruto (PDRB).

Diakuinya, bahwa pemerintah setempat belum memiliki data riil tentang kondisi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu, karena tidak aada data dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Seharusnya data itu dari SKPD terkait yang berhubungan langsung dengan salah satu dari sembilan sektor usaha itu, lalu data tersebut diserahkan kepada pemerintah setempat," ujarnya.

Untuk itu, ia mengatakan, pihaknya akan menyurati setiap SKPD di lingkungan pemerintah setempat agar menyerahkan data sektor usaha di daerah itu.

Sementera itu, ia menjelaskan, secara garis besar keberadaan perusahaan penanaman modal asing (PMA) di daerah salah satu itu telah menumbuhkan prekonomian warga setempat khusus di sektor perkebunan.

"Perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang pertama membuka kebun sawit di Mukomuko tahun 1986, lalu warga mulai menanam sawit diatas tahun 1990, dan sekitar 80 persen mata pencaharian warga berkebun sawit," ujarnya.

Selain itu lanjutnya, keberadaan perusahaan PMA di daerah itu juga telah menampung sejumlah tenaga kerja asli setempat.

"Sekitar 6.000 lebih warga yang bekerja di perusahaan PMA tersebut, sehingga dengan jumlah sebanyak itu pula warga saat ini tidak lagi menganggur dan mampu membiayai kebutuhan keluarganya," ujarnya. (ant)


Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026