.....Kami tidak melihat ada siaga bencana dari dinas PU pada poros jalan tersebut.....Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Jalan nasional ruas Manna, Bengkulu Selatan-Tanjung Sakti, Sumatra Selatan mengalami longsor di sejumlah titik, akibat hujan derat melanda daerah itu dalam pekan ini.
Sementara pengerjaan pelebaran dan peningkatan ruas jalan tersebut sangat lamban, sehingga menakutkan bagi pengendara roda empat untuk dilewati jalan tersebut pada saat musim penghujan sekarang, kata seorang sopir travel Manna-Tanjung Sakti Mayani, Rabu.
Ia mengatakan, sepekan terakhir terdapat beberapa titik longsor dan sulit dilalui kendaraan umum, sedangkan tanah sisa pengerjaan membuat jalan itu makin licin. "Kami tidak melihat ada siaga bencana dari dinas PU pada poros jalan tersebut," katanya. Bila terjadi bencana longsor dan pohon tumbang hanya warga setempat turun membersihkan kayu-kayu dan longsor kecil, dengan imbalan minta retribusi kepada setiap kendaraan lewat.
Para sopir kendaraan umum pada musim penghujan ini menghindari untuk lewat pada malam hari karena takut dihadang bencana tanah longsor, ujarnya.
Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkulu Selatan Ir Ramlan Saim mengatakan, pembangunan jalan nasional itu hendaknya tidak dilakukan sepotong-sepotong mengingat jalan itu rawan bencana.Pemerintah pusat hendaknya mengucurkan dana yang cukup untuk menyelesaikan poros jalan tersebut karena panjangnya hanya 40 kilometer.
Dua tahun terakhir, kata dia, baru dikerjakan sekitar belasan kilometer sedangkan daerah rawan longsor cukup banyak dan perlu perlebaran sesuai standar jalan nasional. "Kami melihat Balai Bina Marga yang berpusat di Sumsel tidak serius untuk menyelesaikan jalan tersebut padahal salah satu poros jalan lintas provinsi yang diharapkan masyarakat," ujarnya.
Kepala balai Bina Marga wilayah Sumabsel Bastian Sihombing ketika dihubungi, penyelesaiakn jalan itu tergantung permintaan yang diprogramkan satker di Bengkulu. Pemerintah pusat hanya menerima laporan dan menganggarkan sesuai kebutuhan padahal jalan itu baru ditingkat beberapa tahun dari jalan provinsi menjadi jalan nasional, ujarnya.
"Kami minta satker jalan nasional yang dipercaya di Bengkulu untuk serius menyelesaikan jalan tersebut, sehingga tidak ada keluhan dari masyarakat Bengkulu dan sumsel," ujarnya.(Z005)
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026