Senin, 21 Agustus 2017

Mau dapat apa Bengkulu setelah HPN berlalu?

id HPN, bengkulu
Mau dapat apa Bengkulu setelah HPN berlalu?
Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono saat melepas penyu di Pantai Tapakpaderi Bengkulu, Minggu (9/2) (Foto Antarabengkulu.com/istimewa)
Bengkulu (Antara) - Perhelatan Hari Pers Nasional tahun 2014 dengan puncaknya pada 9 Februari yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu telah berlalu.

Beragam pertanyaan dari masyarakat mencuat akan ada apakah setelah itu? Apa yang akan diperoleh provinsi yang memiliki penduduk belum genap dua juta jiwa itu.

Masyarakat Kota Bengkulu mengapresiasi pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pameran Pers yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia di kota itu.

"Kami berterima kasih kepada para wartawan yang menunjuk Bengkulu sebagai penyelenggara Hari Pers Nasional, manfaatnya sangat banyak," kata mahasiswa Universitas Bengkulu Dedi Arnandi di lokasi Pameran Pers di kawasan wisata Pantai Panjang.

Dia mengatakan, Pameran Pers yang baru pertama kali dilaksanakan di daerah ini memberi wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat setempat.

Masyarakat juga mendapat pemahaman lebih luas tentang fungsi dan peran media massa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Bengkulu semakin ramai dan patut bangga dipercaya sebagai tuan rumah. Kami bisa berinteraksi langsung dengan insan pers di Pameran Pers," ujarnya.

Selain menggelar Pameran Pers 6 - 10 Februari di kawasan "sport center" Pantai Panjang, panitia juga menggelar HPN Expo yang mengenalkan sejumlah produk unggulan dari daerah Bengkulu.

Keberadaan insan pers di Bengkulu menurut mahasiswa Universitas Bengkulu ini diharapkan dapat mengangkat potensi yang dimiliki Bengkulu ke luar daerah hingga luar negeri.

Menurut Melly Karina, mahasiswa Fakultas Fisipol Universitas Bengkulu, Pameran Pers yang diisi sejumlah media massa, termasuk LKBN Antara sangat bermanfaat untuk menambah wawasan masyarakat akan dunia pers.

"Termasuk Kantor Berita Antara yang selama ini memberikan pencerdasan melalui pemberitaan dan mengangkat potensi dan hal-hal positif dari Bengkulu, dengan pemberitaan yang berimbang, hanya memang perlu dikenal lebih luas oleh masyarakat," katanya.

Namun ia yakin dengan era digitalisasi saat ini, media "online" termasuk Antara akan lebih mendapat tempat di ruang publik karena masyarakat semakin mudah mengakses melalui akun jejaring sosial dan lainnya.

Sementara Manajer Humas dan Kemitraan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Prima Yanti mengapresiasi antusiasme masyarakat Bengkulu mengunjungi stan Pameran Pers.

Dia mengatakan, pengunjung pada umumnya antusias mengabadikan "backwall" dan "backdrop" Antara yang terpasang di lokasi pameran. (Antara)

Selain itu ada juga pembagian buku, kipas, mainan kunci yang diberikan kepada pengunjung setelah mengisi buku tamu.

"Ada juga pengisian kuesener dan permainan interaktif untuk anak-anak yang peminatnya sangat tinggi," katanya.

Prima mengatakan, pameran pers yang setiap HPN diikuti LKBN Antara bertujuan mendekatkan kantor berita negara itu kepada publik.

Apalagi sejak status LBKN Antara bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Negara pada 2007, kantor berita itu sudah "go ritel" atau bersentuhan langsung dengan publik atau pelanggan dengan konsep "bisnis to costumer".

"Selama ini masyarakat mengenal Antara sebagai distributor berita atau gudang berita dan bermain di balik layar, saat ini sudah berjualan langsung ke publik," katanya.

Keikutsertaan pada Pameran pers tersebut, lanjutnya, bertujuan mengenalkan Antara sebagai media bisnis dengan berbagai produk yang ditawarkan antara lain portal berita Antaranews.com, Antarafoto, AntaraPRWire, AntaraTV, Gohitzz.com dan lainnya.

Selain itu, sejumlah warga Kota Bengkulu pun mengharapkan pemerintah setempat terus menerapkan pelayanan ke masyarakat seperti saat menghadapi pelaksanaan Hari Pers Nasional 2014 di provinsi tersebut.

"Jujur, dengan adanya HPN di Bengkulu cukup membuat perubahan terutama infrastruktur seperti jalan diperbaiki serta lampu jalan pun terang di malam hari," ujar M Yusuf, warga Kota Bengkulu.

Ia mengakui, hampir semua jalan utama di Kota Bengkulu terutama dari Bandara Fatmawati ke pusat kegiatan di Benteng Marlborough sudah mulus.

Selain itu, lanjut dia, hampir semua instansi terutama pihak hotel-hotel berhias minimal mengecat ulang tempat usahanya yang sudah memudar.

Warga lainnya, Buyung menambahkan selama tinggal di kota itu baru kali pertama melihat kota rapih dan bersih.

"Terutama di jalan protokol lebih rapih baik taman maupun lampu jalan. Nah, suasana seperti ini semestinya terus diterapkan meski nanti tidak lagi HPN," harap dia.

Namun, ia pun mengkhawatirkan suasana seperti itu hanya terjadi menjelang HPN, dan setelahnya akan kembali seperti semula.

"Karena itu, momen ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah khususnya pemkot untuk tetap mempertahankannya bahkan bila perlu ditingkatkan. Apalagi targetnya ingin mendapat Piala Adipura. Ini kesempatan emas," ujarnya.

Seorang mahasiswa dari salah satu universitas negeri di kota itu, B Muhamad mengatakan, penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Pemkot Bengkulu perlu terus dilakukan guna menjaga kenyamanan dan keindahan kota tersebut.

"Kami mendukung penertiban PKL yang tidak pada tempatnya. Sebab, mereka selain merusak keindahan juga mengambil hak publik karena berdagang seperti di atas trotoar dan lainnya," kata dia.

Ia pun mengharapkan polisi lebih ketat dan berani mengambil tindakan terhadap pengguna jalan raya yang melanggar.

"Pengendara di kota ini masih banyak yang tidak tertib. Di situ ada polisi lalu lintas masih berani menerobos lampu merah. Tetapi polisi tidak menilang, ini yang salah," katanya.

Seharusnya, lanjut dia, langsung ditangkap dan diberi surat tilang untuk memberi efek jera bagi yang bersangkutan serta pengendara lainnya.

Muhamad pun menjelaskan, pengendara sepeda motor di daerah itu sering melanggar dengan cara melawan arus lalu lintas dan itu sangat membahayakan.



Perluas Publikasi Pariwisata

Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 yang digelar di halaman dalam Benteng Marlborough Kota Bengkulu, bertujuan mempromosikan wisata sejarah Bengkulu.

"Puncak peringatan HPN digelar pagi ini di halaman dalam Benteng Marlborough untuk mengenalkan salah satu cagar budaya Bengkulu," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu Eko Agusrianto, Minggu (9/2).

Ia mengatakan, puncak peringatan HPN yang dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono.

Benteng Marlborough yang merupakan peninggalan kolonial Inggris dipilih sebagai lokasi puncak peringatan HPN untuk mengenalkan cagar budaya sekaligus sejarah perjuangan masyarakat Bengkulu.

Kondisi benteng yang masih kokoh dan terawat dengan baik membuat panitia HPN 2014 menjadikan bangunan bersejarah yang didirikan pada 1713 itu sebagai lokasi puncak peringatan HPN.

Panitia sudah mendirikan panggung dan tenda di bagian dalam benteng untuk perhelatan insan pers yang turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia.

"Benteng Marlborugh merupakan benteng peninggalan Inggris yang kita tahu Bengkulu merupakan satu-satunya daerah koloni Inggris di Indonesia," katanya.

Selain Benteng Marlborugh, objek wisata sejarah lainnya yang terdapat di Kota Bengkulu adalah rumah pengasingan Bung Karno di Kelurahan Anggut.

Rumah yang didiami Bung Karno pada masa pengasingan 1938 hingga 1942 masih terawat dengan baik dan menjadi salah satu objek wisata sejarah andalan.

Ia mengatakan, dengan peringatan HPN 2014 di Kota Bengkulu, diharapkan turut mengangkat potensi wisata daerah ini. "Sebab Bengkulu menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan, karena wilayah kita hampir 50 persen hutan lindung," katanya.

Dengan kehadiran ribuan insan pers di Bengkulu diharapkan mampu mengangkat dan mengekspos potensi wisata sejarah, wisata alam dan wisata kuliner yang dimiliki daerah ini.

Selain perkenalkan pariwisata, HPN ternyata turut memperkenalkan produk pendukungnya untuk buah tangan bagi peserta yang datang.

Hal tersebut diakui sejumlah pedagang makanan dan kerajinan khas Bengkulu meraup rezeki dari perhelatan Hari PersNasional (HPN) 2014 dengan peningkatan omset hingga 200 persen.

"Selama HPN di Kota Bengkulu, penjualan kami meningkat hingga 200 persen," kata Yeni, pemilik toko "Sari Rasa" di Kelurahan Anggut, yang merupakan pusat oleh-oleh khas kota itu. Dia mengatakan, sebagian besar pembeli adalah para insan pers dari berbagai daerah yang mengikuti HPN di Bengkulu.

Sejumlah produk yang paling diminati antara lain makanan khas Bengkulu yakni kue tat dan lempuk durian, serta kopi asli Bengkulu.

"Ada dua jenis kopi yang paling diminati dan penjualannya meningkat drastis," ujarnya.

Penyelenggaraan acara berskala nasional di daerah ini selalu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pedagang.

Kegiatan HPN, termasuk memberikan rezeki pada masyarakat dan memberi dampak positif pada perekonomian daerah.

"Sebagian besar untuk oleh-oleh peserta HPN yang akan dibawa kembali ke daerah mereka," katanya.

Selama perhelatan HPN yang rangkaiannya sudah dimulai sejak 1 Februari hingga 10 Februari 2014, pedagang tidak meningkatkan harga jual produk.

Makanan khas lempuk durian tetap dijual dengan harga Rp70 ribu per kilogram. Harga tersebut sudah bertahan dalam dua tahun terakhir.

"Harga Rp70.000 per kilogram sudah lama bertahan, tidak ada kenaikan," ucapnya.

Selain lempuk durian, makanan khas Bengkulu lainnya seperti kue tat, perut punai dan manisan terong dan manisan lainnya juga banyak diborong pembeli.

Selain itu, ikan laut yang digoreng kering dengan tepung, juga yang digoreng sambal cabai juga banyak dibeli.

Minuman dari sari jeruk kalamansi yang sudah dikemas bagus juga banyak disukai untuk menjadi oleh-oleh.

"Termasuk oleh-oleh lain seperti kain besurek dan kerajinan tangan dari kulit kayu lantung juga banyak dibeli," ucapnya.

Sementara itu, suksesnya penyelenggaraan HPN tak lepas pula dukungan dari PT Telkom dan PT PLN.

General Manajer PT Telkom Bengkulu Dwi Pratomo Juniarto mengatakan pihaknya siap menyukseskan pelaksanaan Hari Pers Nasional 2014 yang dipusatkan di Provinsi Bengkulu dengan menjamin kelancaran jaringan telekomunikasi.

"Kami telah menambah penguatan sinyal Telkomsel, sehingga pemakai telepon seluler bisa terlayani maksimal. Apalagi selama kegiatan dengan ribuan orang datang ke Bengkulu, maka akan terjadi kepadatan. Itu sudah kami antisipasi," katanya.

Selain itu, ia menjelaskan pihaknya telah memasang Wi-Fi di sembilan hotel yang menjadi tempat para tamu menginap dan kegiatan selama HPN termasuk di venue utama yakni Kantor PWI Cabang Bengkulu..

Tommy, panggilan akrab GM PT Telkom Bengkulu itu menambahkan, pada titik tertentu akses diberikan secara gratis, namun di tempat lain dengan cara membeli voucher yang tersedia, baik di resepsionis hotel atau tempat bertanda khusus.

"Ada daerah tertentu yang kita tingkatkan menjadi 50 Mbps yang standar hanya berkisar 10 hingga 20 Mbps," kata dia, namun enggan menyebutkan lokasinya.

GM PT Telkom Bengkulu itu mengatakan, pihaknya proaktif dengan terus menanyakan ke panitia hal-hal yang perlu disiapkan pihaknya.

"HPN ini memang hari pers, namun karena kegiatan di Bengkulu, kami semua harus terlibat menyukseskannya. Apalagi terkait pers yang membutuhkan kecepatan jaringan internet, itu tugas kami," terang dia, yang juga merupakan inisiator terbentuknya BUMN Marketeers Club Wilayah Bengkulu.

Begitu pun dengan Perusahaan Listrik Negara Cabang Bengkulu menambah daya untuk menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2014 di Kota Bengkulu.

"Kami menjamin pasokan listrik aman selama puncak peringatan HPN yang akan digelar di Benteng Marlborough, Bengkulu," kata Asisten Manajer Teknik PT PLN Cabang Bengkulu Mustan Harianja.

Meskipun pasokan selama HPN dipastikan meningkat, namun tidak mengurangi pasokan daya listrik untuk masyarakat.

"Kita pastikan suplai listrik aman dan tidak akan kekurangan, tidak akan ada pemadaman kecuali jika ada cuaca buruk," katanya.

Untuk mendukung HPN 2014, PT PLN menambah empat unit genset yang akan diletakkan di empat titik yang memiliki beban lebih.

Lantas, dari perhelatan akbar insan pers itu apa yang akan diperoleh Provinsi Bengkulu? Apalagi telah mengeluarkan anggaran milik rakyat bermiliaran rupiah.

Masyarakat Bengkulu menanti "janji" akan ada imbal-balik dari penyelenggaraan pesta tersebut, yakni berupa investasi, bantuan, hibah atau lainnya untuk membangun provinsi yang memiliki potensi namun belum tergarap optimal itu. (Antara)

Editor: Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga