Untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19, para pelaku UMKM di Kota Bengkulu mulai mengembangkan konsep belanja daring atau pesan antar guna mengurangi aktivitas berkumpul.

Salah satu penjual bubur kacang hijau, Malkan mengatakan konsep pesan antar sudah mulai ia lakukan sejak tiga bulan terakhir, di mana memasuki masa libur sekolah dagangannya mengalami penurunan hingga 40 persen dari hari normal.

"Kalau biasanya saya keliling. Tapi sejak pandemi jualan saya menetap di satu tempat," kata Malkan, Kamis.

Ia mengatakan, konsep belanja pesan antar dapat mengurangi kekhawatiran terjadinya kerumunan dan terhadap dirinya sendiri saat melayani masyarakat yang ingin membeli.

"Karena khawatir, jadi diputuskan antar jualannya aja kalau ada yang mesan dalam jumlah banyak. Biasanya, rutin setiap hari Jumat antarkan pesanan ke yayasan, panti atau sejumlah komunitas," kata Malkan. 

Di sisi lain, Depsi yang juga berjualan produk makanan buatan rumah justru mengalami kenaikan pendapatan sejak diterapkannya kerja dan belajar dari rumah oleh sejumlah lembaga. 

Sejak ia mempromosikan produknya di sosial media, Depsi mengaku sedari subuh hingga malam hari dagangannya selalu ramai dibeli.

"Karena dari mengolah, mempromosikan sampai mengantar saya sendiri yang mengerjakan, jadi sedikit repot. Kebanyakan pelanggan yang memesan pada waktu jam makan juga saat santai jelang malam hari," kata Depsi. 

Menurutnya, selain tempatnya yang terjangkau, banyak pegawai terbantu dengan aktivitas pesan antar ini.

Pewarta: Bisri Mustofa

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020