Mukomuko, Bengkulu, 13/1 (ANTARA) - Semua nelayan di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memilih memakirkan sebanyak 150 perahu milik mereka karena cuaca ekstrim melanda wilayah itu pada hari Minggu.

"Hari ini semua perahu nelayan di Kecamatan Ipuh parkir karena sekarang cuaca sedang ekstrim," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Ipuh, Ramli, ketika dihubungi dari Mukomuko, Minggu.

Ia mengatakan, kondisi cuaca ekstrim tersebut terjadi sejak dua minggu belakangan, namun sebagian kecil nelayan setempat masih yang nekat dengan menggunakan perahunya mencari ikan ke laut.

"Beberapa hari yang lalu masih ada juga nelayan yang nekat mencari ikan ke laut, tetapi hanya sebagian kecil saja," katanya.

Namun, kata dia, pada hari ini Minggu, sejak pagi hingga siang perahu tidak satu pun nelayan yang berani ke laut karena cuacanya lebih buruk dibandingkan pada beberapa hari belakangan.

"Kami hanya memberikan peringatan saja kepada kawan-kawan nelayan agar mereka tidak mencari ikan ke laut saat cuaca ekstrim, namun beberapa diantaranya ada juga yang nekat," katanya.

Dalam kondisi cuaca ekstrim dan nelayan istirahat mencari ikan di laut, menurut dia, nelayan menghabiskan waktunya memperbaiki jaringnya yang rusak.

Akibat jarangnya nelayan mencari ikan ke laut, kata dia, sehingga harga ikan di wilayah itu naik mencapai 90 persen lebih, seperti udang merah dari harga sebelumnya Rp25.000 kini naik menjadi Rp40.000 per kilogram.

"Kalau harga ikan sekarang itu menjadi naik karena jumlahnya terbatas akibat nelayan jarang melaut," tambahnya.

Sementara itu, lanjutnya, tangkapan sejumlah nelayan yang melaut saat cuaca ekstrim seperti ikan tenggiri, ikan beledang, udang merah, dan udang putih.

"Rata-rata harga ikan dan udang itu naik dua kali lipat karena jumlahnya sekarang itu sedikit," katanya lagi. (Antara)

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013