Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pertanian terus melakukan bimbingan dan pembinaan kepada petani secara optimal guna mencegah alih fungsi sawah jadi kebun sawit.

"Kalau sekarang ini sepertinya yang bisa kami lakukan tetap pembinaan itu lah dan ada perbaikan irigasi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Hari Mastaman di Mukomuko, Senin.

Dia mengatakan, karena salah satu kunci untuk mencegah alih fungsi sawah menjadi kebun sawit di daerah ini terpenuhinya infrastruktur irigasi yang memadai.

Menurut dia, mengapa selama ini terjadi alih fungsi sawah menjadi kebun sawit karena infrastruktur irigasi yang tidak memadahi, ada lahan persawahan yang tidak mendapatkan pengairan dari irigasi.

"Cuma kalau infrastruktur irigasi baik air terpenuhi, potensi untuk alih fungsi kan tidak ada," ujarnya.

Dalam kondisi sekarang ini, bagaimana pemerintah daerah mau memenuhi infrastruktur masing-masing, sementara anggaran pemda sudah tidak ada.

Untuk itu, instansinya harus tidak bosan-bosan untuk mengajukan permohonan atau proposal perbaikan irigasi atau sarana dan prasarana infrastruktur ke pemerintah pusat dan provinsi.

Yang terjadi kemarin, seperti tahun 2025, kata dia, meskipun terjadi efisiensi anggaran di pemerintah kabupaten, tetapi dengan adanya dana instruksi presiden tentang infrastruktur irigasi sehingga banyak dana dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS ditempatkan atau lokasi khususnya di Kabupaten Mukomuko.

Dia mengatakan, banyak anggaran untuk pembangunan sarana irigasi tahun 2025 walaupun yang lelah adalah orang PU tidak menjadi masalah, tetapi lokasi khususnya adalah di Kabupaten Mukomuko.

Sementara itu, dia menyebutkan, luas keseluruhan lahan sawah di Mukomuko sekarang itu seluas 3.400 hektare yang tersebar di Daerah Irigasi Air Manjuto dan Selagan. 

 

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026