Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan dr. Asmoko Resta Permana Sp.JP(K) FIHA mengatakan beberapa faktor risiko selama kehamilan bisa menjadi pemicu bayi lahir dengan kondisi ada penyakit jantung bawaan (PJB).
Asmoko mengatakan risiko PJB pada bayi bisa terdeteksi sejak masa kehamilan dengan beberapa faktor yang memengaruhi perkembangan janin yang tidak sempurna.
“Jadi ibunya apakah punya sakit gula, diabetes, kencing manis, ibunya sakit, demam, infeksi virus waktu hamil dengan jenis-jenis kayak toksoplasma, rubella, ibu dan bapaknya atau salah satu merokok, ibunya ada darah tinggi, konsumsi obat-obatan,” kata Asmoko dalam acara diskusi kesehatan memeringati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan bayi yang lahir dengan PJB juga bisa disebabkan karena ibu hamil di usia 35 tahun ke atas, yang pada kondisi ini kualitas sel telur akan menurun.
Sementara faktor lainnya sekitar 5-10 persen ibu dan ayah yang memiliki riwayat kelainan jantung bawaan akan menurunkan risiko penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak yang akan dikandungnya nanti.
“Jadi sekitar lima persen sampai sepuluh persen anaknya juga jadi ada kelainan jantung bawaan, jadi kalau mungkin nanti ya bisa kasih tau saudara-saudaranya jadi kalau lagi 'pendekatan' ya itu ditanya dulu ya,” katanya.
Ia mengatakan mencegah anak lahir dengan PJB bisa dicegah dengan melakukan deteksi lebih awal bahkan sejak merencanakan kehamilan. Asmoko menyarankan calon orang tua bisa memeriksakan diri terhadap risiko kelainan jantung bawaan yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya seperti ada tanda biru di area mukosa mulut atau cepat lelah meski baru beraktivitas sebentar.
Selain itu bagi ibu yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes harus segera diobati karena gula dapat mempercepat kelainan pembentukan janin. Obat yang dikonsumsi juga harus sesuai dengan pengawasan dokter.
“Foto ronsen atau radiasi hati-hati, terutama trimester satu sebisa mungkin dihindari kalau tidak dibutuhkan kecuali atas anjuran dokter memang diperlukan,” katanya.
Selain itu ibu yang sedang hamil juga harus menghindari asap rokok, konsumsi alkohol dan skrining janin yang berfokus pada perkembangan jantung, agar bayi yang dilahirkan bisa mendapatkan tata laksana yang sesuai.
