Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu melakukan normalisasi sungai dan membangun kolam retensi guna mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut.
"Normalisasi sungai akan dilakukan dan kolam retensi juga sedang dalam proses. Tahun ini dilakukan ganti rugi lahan, dan diperkirakan pertengahan tahun ada pembayaran dari Balai Wilayah Sungai VII," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Senin.
Untuk itu, pemerintah kota terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan banjir jangka pendek maupun jangka panjang.
Ia menyebut bahwa penyelesaian permasalahan banjir di Kota Bengkulu tidak dapat diselesaikan secara instan, sebab saat ini kondisi daerah hulu sungai yang gundul akibat aktivitas pertambangan batubara tanpa reklamasi maksimal menjadi penyebab utama.
"Ini tidak bisa abrakadabra, di hulunya sudah gundul akibat batubara dan reklamasi tidak dilakukan. Jadi walaupun Kota Bengkulu tidak hujan, banjir tetap terjadi," ujar dia.
Sementara itu, berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu sebanyak 2.792 orang atau 698 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut terdampak banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Kamis malam (1/1/2026).
Sebelumnya, Balai Wilayah Sungai Sumatera VII menganggarkan dana dengan total mencapai Rp2,9 triliun untuk pembangunan pengendalian banjir di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Medya Ramadhan menerangkan bahwa anggaran awal untuk pembangunan tersebut sebesar Rp100 miliar dan ditargetkan selesai pada akhir 2025.
"Pekerjaan sudah dimulai dan kami optimistis dapat menyelesaikan tahap pertama sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," ujar dia.
Pihaknya juga akan melakukan normalisasi normalisasi sungai dan serangkaian pekerjaan lainnya dalam tahapan berikutnya guna memastikan Kota Bengkulu lebih terlindungi dari ancaman banjir di masa depan.
