Jakarta (ANTARA) - Saat ini, dunia jurnalistik sudah mengalami perubahan drastis.
Media konvensional, seperti koran dan televisi, tidak lagi menjadi sumber informasi utama. Kita harus akui, kini waktu masyarakat melihat koran dan televisi tidak sesering dulu, ketika internet dan media sosial masih menjadi media eksklusif, di mana tidak semua orang memiliki dan dapat mengakses media tersebut.
Survei yang dilakukan oleh Indikator Politik tahun 2022 menunjukkan bahwa 55,3 persen orang mencukupi kebutuhan informasi mereka sehari-hari lewat internet dan media sosial.
Sebelum riset Indikator Politik dan lembaga lain dilakukan, Alex Burns, seorang peneliti media dari Australia, menulis sebuah buku yang berjudul Gatewatching: Collaborative Online News Production. Dalam buku tersebut, Burns mengulas mengenai perubahan paradigma jurnalistik di era modern, di mana media sosial, saat itu baru mulai bermunculan. Saat buku itu terbit, medio 2005, microblogger, citizen journalism, mulai tumbuh dan berkembang.
Salah satu aspek penting yang disinggung oleh Burns dalam buku tersebut adalah pergeseran peran media dan jurnalis. Media tidak lagi memegang kontrol penuh atas penyebaran informasi; mereka kini lebih berperan sebagai pengawas informasi yang sudah beredar.
Burns kemudian menggarisbawahi bahwa para blogger, ketika itu bukanlah jurnalis profesional, tapi mereka memiliki akses informasi yang lebih cepat dari seorang jurnalis profesional. Satu orang membuat konten berita, kemudian diteruskan ke komunitas lain. Hal tersebut kemudian menjadi gaya pemenuhan informasi zaman sekarang, di mana tidak hanya menuntut ketepatan, tapi juga menuntut kecepatan.
Burns kemudian menawarkan konsep gatewatching, sebuah revolusi dari konsep gatekeeping yang selama ini menjadi pegangan bagi media arus utama. Teori Gatewatching menempatkan jurnalis bukan lagi sebagai penyaring informasi utama (gatekeeper), tetapi sebagai pengawas arus informasi yang sudah beredar sangat cepat di ruang digital. Karena masyarakat, kini mendapatkan berita dari media sosial, video pendek, dan konten warga, tugas jurnalis berubah secara fundamental.
