Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran program kredit usaha ultra mikro di Provinsi Bengkulu sejak Januari hingga Desember 2025 telah mencapai Rp104,4 miliar.
"Untuk penyaluran program UMi di Provinsi Bengkulu selama 2025 sebesar Rp104,4 miliar dengan jumlah debitur mencapai 17,281 orang," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Rabu.
Ia menyebut bahwa penyaluran program UMi di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan penyaluran tahun 2024 yaitu Rp68,8 miliar dengan 13.047 pemanfaat atau debitur.
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pelaku usaha mikro agar sapat memanfaatkan program UMi sebab salah satu program pemerintah pusat guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sebab, melalui program kredit UMi para pelaku usaha mikro di Bengkulu dapat membantu pelaku usaha mikro memperluas usahanya dan dapat menambah lapangan pekerjaan.
Berikut penyaluran program UMi di Provinsi Bengkulu yaitu Kota Bengkulu yang mencapai Rp24,54 miliar dengan 3.725 debitur, Kabupaten Bengkulu Utara sebesar Rp16,51 miliar dengan 2.592 pemanfaat, Kabupaten Bengkulu Tengah Rp12,81 miliar dengan 1.967 debitur.
Lanjut Irfan, Kabupaten Seluma yaitu Rp9,21 miliar dengan 1.731 debitur, Kabupaten Kepahiang Rp9,14 miliar dengan 1.464 debitur, Kabupaten Bengkulu Selatan Rp8,11 miliar dengan 1.537 debitur.
Kemudian, Kabupaten Rejang Lebong sebanyak Rp6,99 miliar dengan jumlah debitur 1.079 orang, Kabupaten Mukomuko yaitu Rp6,81 miliar dengan 1.290 debitur, Kabupaten Kaur Rp6,48 miliar dengan 1.128 debitur, dan Kabupaten Lebong Rp3,88 miliar dengan 768 debitur.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026