Mukomuko (ANTARA Bengkulu) - Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, BM Hafrizal menyatakan mundur dari jabatannya karena merasa tidak tahan terhadap tekanan berbagai pihak yang mendorong kepala daerah memutasi dirinya.

"Kalau dalam bahasa hukumnya itu, sebelum saya dieksekusi lebih baik saya mengeksekusi diri dulu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Mukomuko, BM Hafrizal, di Mukomuko, Selasa.

Meskipun dirinya belum menerima surat keputusan mutasi jabatan dari kepala daerah, ia mengatakan informasi mengenai rencana pergantian jabatannya itu telah dibicarakan di lingkungan pemerintah daerah.

Bahkan, menurut dia, kondisi pemerintah daerah sebelum penggantiannya, mulai menampakkan kinerja yang tidak kondusif lagi.

"Saya mengundurkan diri ini guna memudahkan niat baik  kepala daerah untuk mecari orang yang tepat, karena nantinya saya juga akan diganti," ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak ingin keberadaannya yang bertahan sebagai Sekda membuat kondisi pemerintahan daerah  menjadi tidak kondusif, karena alasan hanya secara aturan untuk menggantinya tidak ada.

"Kalau aturannya, tidak ada kesalahan fatal yang saya buat, apalagi sampai melanggar hukum," ujarnya.

Terkait alasan tekanan sehingga mundur dari jabatannya, ia mengatakan, seperti kondisi yang tidak kondusif merupakan salah satu bukti tekanan terhadap dirinya dalam menjalankan tugas.

"Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah daerah t yang masih menjadi kewenangannya  tidak dapat lagi dijalankan," katanya. (ANTARA)


Uploader : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026