Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu menurunkan tim ke wilayah Kabupaten Lebong, untuk mengevakuasi seekor harimau Sumatra (Pantera tigris Sumatrae) yang terkena jerat warga di daerah itu.

"Berdasarkan laporan sementara harimau itu kena jerat warga di sekitar perkebunan PT Indo Arabica di Kecamatan Lebong Selatan, Sabtu (7/1) atau sekitar 112 Km dari Kota Bengkulu," kata Kabag Tata Usaha BKSDA Bengkulu Supartono, Senin.

Ia mengatakan, kondisi harimau itu diperkirakan masih hidup namun sudah dijaga warga setempat sambil menunggu tim dari BKSDA Bengkulu dan Rejang Lebong tiba di lokasi.

"Kami sampai saat ini belum mendapatkan laporan tertulis dan laporan akurat dari lapangan karena disamping jaraknya cukup jauh, juga kondisi cuaca hujan," katanya.

Harimau terkena jerat itu nantinya akan di bawa ke Bengkulu untuk diamankan. Bila ada bagian tubuhnya terluka akan diobati sehingga satwa langka dilindungi ini tetap hidup.

Ia memperkirakan populasi harimau Sumatera di Provinsi Bengkulu tinggal di bawah 50 ekor, keberadaan binatang buas itu terpencar-pencar dan sebagian besar berada dalam kawasan hutan belukar di sekitar perkebunan masyarakat.

Harimau itu sebetulnya mau mencari makan seperti babi hutan dan lainnya, namun keberadaan masyarakat sudah banyak di wilayah habitatnya, maka selalu keperegok dengan warga sehingga begitu melihat harimau, masyarakat sepontan lari tunggang langgang dan bahkan mengaku mau dimangsa harimau tersebut.

Padahal habitat satwa itu sudah habis dijadikan kebun kelapa sawit, kopi dan tanaman tahunan lainnya oleh masyarakat, wajar saja kalau harimau itu selalu bertemu dengan manusia, katanya.

Informasi dari Lebong menyebutkan, harimau terjerat itu hanya kebetulan karena masyarakat bermaksud menjerat babi hutan, namun kebetulan harimau itu melintas, maka terkena jerat.

Warga Lebong pada umumnya sudah mendapat penyuluhan dari instansi terkait tentang larangan membunuh hewan langka termasuk harimau, rusa dan lainnya, namun bila ada harimau kena jerat itu, warga merasa takut, kata seorang warga Kecamatan Lebong Atas, Dermawan.   (T.Z005/I016)

Editor: Helti Marini S
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar