Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mempercepat pembangunan dua proyek infrastruktur strategis di Kabupaten Mukomuko, yakni rekonstruksi Jalan Penarik-Lubuk Pinang dan pembangunan Jembatan Air Kereta pada 2026.
"Pak Gubernur Helmi Hasan mengarahkan saya bersama pak sekda agar tidak ada anggapan pendekatan pilih kasih dalam pembangunan di 10 kabupaten dan kota. Semua daerah akan dibangun, hanya saja skala prioritasnya berbeda," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian saat rapat kerja bersama Pemerintah Kabupaten Mukomuko di ruang kerja Bupati Mukomuko di Mukomuko, Jumat.
Rapat tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Bupati Mukomuko Choirul Huda, serta sejumlah pejabat eselon II dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Dalam rencana pembangunan infrastruktur Provinsi Bengkulu 2026 di Kabupaten Mukomuko, katanya, dua proyek prioritas yang akan dipercepat itu, rekonstruksi Jalan Penarik-Lubuk Pinang sepanjang 4,5 kilometer serta pembangunan Jembatan Air Kereta di ruas Jalan Mukomuko-Pondok Batu-SP Yamaja atau Pondok Kopi.
Pembangunan infrastruktur jalan pada masa kepemimpinan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Mian lanjut dia menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena itu, pemerintah provinsi optimis proyek pembangunan tersebut dapat direalisasikan meskipun kondisi fiskal daerah mengalami efisiensi anggaran.
"Kalau hanya mengandalkan kekuatan fiskal APBD provinsi memang ada efisiensi. Alhamdulillah, saat ini sudah mengerucut bersama Dinas PUPR, Bappeda, dan para asisten untuk melakukan pendampingan menggunakan sumber pendanaan lain, yaitu BJB," katanya.
Sementara itu, Bupati Mukomuko Choirul Huda menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.
"Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi percepatan pembangunan di Kabupaten Mukomuko," ujar Choirul Huda.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026