Jambi (Antara Bengkulu) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo, Provinsi Jambi, berupaya meningkatkan pengelolaan potensi wisata alam di daerah itu untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan memanfaatkan waktu libur Lebaran.
"Saat liburan dan lebaran tentunya banyak warga ingin mencari tempat untuk berlibur, ini potensi untuk mendatangkan pendapatan asli daerah atau PAD," ujar Bupati Tebo Sukandar di Muaratebo, ibukota Kabupaten Tebo, Rabu.
Secara umum pengembangan pariwisata di Kabupaten Tebo belum menunjukkan kontribusi yang signifikan. Namun melihat banyaknya potensi wisata alam yang ada, pemerintah setempat terus melakukan beberapa perbaikan dan pembangunan khususnya wisata alam.
Sukandar mengatakan potensi wisata di Kabupaten Tebo yang paling mungkin dikembangkan adalah wisata alam karena memiliki beberapa objek wisata alam yang cukup potensial untuk dikembangkan secara bersama-sama dengan kabupaten maupun provinsi tetangga.
Beberapa objek wisata alam yang ada adalah taman hutan lindung Bukit 12, Bukit 30 dan Kebun Raya Bukit Sari dengan keanekaragaman flora dan fauna serta budaya masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Tidak hanya itu, di Kabupaten Tebo juga masih terdapat beberapa sentra wisata lainnya seperti, wisata alam air terjun dengan dua dan empat tingkat, wisata arkeologi gua di sungai Bulan atau Pemayungan serta wisata arkeologi candi Tuo di Kecamatan Sumay dengan spesifikasi susunan batu bata.
Kemudian, wisata alam danau dengan spesifikasi perikanan dan kawasan memancing di danau Kembang Jambu, wisata sejarah makam Sultan Taha Syaifuddin salah satu pahlawan nasional Jambi di Muara Tebo, dan yang paling terkenal adalah wisata Danau Si Gombak. Danau tersebut terbentuk akibat terjadinya perubahan aliran Sungai Batanghari yang mengakibatkan tergenangnya daerah bekas aliran sungai.
Menurut Sukandar, beberapa usaha yang dilakukan Pemkab Tebo dalam pengembangan pariwisata salah satunya adalah dengan membangun berbagai tempat rekreasi di lokasi wisata.
"Namun begitu masih rendahnya kualifikasi dan kompetensi pengelolaan pariwisata menyebabkan daerah ini belum menjadi salah satu daerah tujuan wisata," katanya.
Selain kurangnya kualifikasi dan kompetensi, minat investor dibidang pariwisata juga sangat kurang. Bahkan bisa dibilang masih nihil. Hingga kini, para investor di Tebo lebih memilih membuka usaha dalam bidang perkebunan maupun sumber daya alam mineral seperti minyak dan batubara.
Salah satu upaya peningkatan minat rekreasi masyarakat dengan memperbaiki prasarana dan sarana rekreasi ditingkatkan secara bertahap. Salah satunya adalah pengembangan Danau Sigombak di Kecamatan Tebo Ulu.
Di tempat ini dibangun beberapa sarana khusus untuk wisata pemancingan. Pemkab Tebo juga mencoba mengajak investor guna bekerjasama membangun beberapa restoran dan tempat istirahat didaerah tersebut.
"Upaya pengenalan dunia wisata di Tebo juga terus kami tingkatnya melalui kegiatan pameran-pameran wisata baik ditingkat daerah maupun nasional," tambah Sukandar. (Antara)
