Rejanglebong (Antara) - Warga dua desa di Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu saat ini tengah meningkatkan pengamanan pascapengeroyokan dua pelaku tindak pemerasan di daerah itu Kamis (15/5.

"Saat ini warga tengah meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan guna berjaga-jaga kemungkinan adanya aksi balasan dari kelompok tertentu akibat ditangkapnya dua preman desa yang sering melakukan pemerasan dan telah meresahkan itu," kata Kepala Desa Sindang Jati Kecamatan Sindang Kelingi, Yusuf di Rejanglebong, Jumat.

Selain berjaga-jaga pada siang hari warga daerah tersebut kata dia, juga melakukan ronda malam untuk menjaga keamanan dari tindak kriminalitas dan juga khawatir akan ada serangan balasan dari teman-teman pelaku yang saat ini sudah diamankan di Polres Rejanglebong.

Dia menambahkan, aksi main hakim sendiri oleh ratusan warga Desa Sindang Jati dan Sindang Jaya pada Kamis 15/5) sekitar pukul 08.00 WIB,  karena dinilai sudah meresahkan masyarakat akibat sering melakukan pemerasan terhadap warga. Kedua preman ini babak belur dihajar massa dan beruntung bisa diselamatkan aparat desa yang kemudian menyerahkan keduanya ke Polsek Sindang Kelingi.

Kedua pelaku tindak pemerasan yang dihakimi ratusan warga itu yakni Bidayat (33) warga Desa Sindang Jaya, dan Supriyanto (30) warga Desa Sindang Jati. Kedua pelaku ini nyaris tewas dihajar ratusan warga karena aksi pemerasan yang dilakukan kedua orang ini sudah terjadi berulangkali dengan sasaran pemilik warung dan warga lainnya mulai dari Rp100.000 sampai jutaan.

Sementara itu Kapolres Rejanglebong AKBP Edi Suroso mengatakan, kedua terduga pelaku pemerasan yang dikeroyok warga itu saat ini diamankan di mapolres setempat dan menjalani pemeriksaan petugas Satreskrim.

Kedua korban pengeroyokan ini kata dia, dari keterangan masyarakat merupakan pelaku pemerasan terhadap sejumlah warga dan sudah meresahkan. Selain itu pihaknya juga masih mencari dua orang lainnya yang menjadi komplotan preman desa yang identitasnya sudah diketahui.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kawanan pemeras ini mengaku diperintahkan oleh salah satu caleg gagal pada Pemilu 2014 lalu untuk menjalankan aksinya dengan dalih uang keamanan.

Sebelumnya warga Desa Sindang Jati dan Sindang Jaya Kecamatan Sindang Kelingi, pascapemilu 9 April 2014 lalu diresahkan aksi teror, pemerasan dan meningkatnya tindak kriminalitas oleh kelompok tidak dikenal serta orang-orang yang berasal dari salah satu tim sukses caleg gagal. Akibat aksi ini beberapa warga daerah itu sempat mengungsi keluar desa guna mengamankan diri.***1*** 



: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026