Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) menghadiri pelantikan anaknya sebagai anggota DPR fraksi Partai NasDem Indira Chunda Thita saat rapat paripurna DPR ke-V masa persidangan I tahun 2023-2024 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2023). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)


Beberapa tahun usai kelar memimpin Sulsel pada 2018, ia ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertanian periode 2019-2024. 

Lulusan Hukum Universitas Hasanuddin tersebut juga pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (ad interim) selama beberapa hari karena kekosongan kepemimpinan. Saat itu, Menteri KP definitif Edhy Prabowo yang dicokok KPK.

Baca juga: KPK: 49 pejabat dan ASN Kementan telah dimintai keterangan
Baca juga: Wakil Menteri: Sudah tiga hari hilang komunikasi dengan Mentan


Sementara pelaksana menteri KP (ad interim) yaitu Luhut Binsar Pandjaitan sedang bertugas di Jepang sehingga Syahrul mengisi posisi sementara.

2. Berganti-ganti partai

Dunia politik memiliki sifat cair sehingga lazim terjadi sejumlah politisi beralih partai. Syahrul pernah menjadi fungsionaris elit Partai Nasional Demokrat.

SYL juga telah malang-melintang ke sejumlah partai besar, dimulai dari Partai Golkar pada 1994-2007, PDI-Perjuangan tahun 2007-2009, kemudian kembali ke Partai Golkar 2009-2018 dan 2018 hingga sekarang bergabung di Partai Nasdem.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026