Mukomuko (ANTARA) -
Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menggencarkan pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh puskesmas daerah ini untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti gangguan jiwa.
"Saat ini Dinas Kesehatan melaksanakan program pengobatan penyakit tidak menular yang salah satunya pendeteksian dini gangguan jiwa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo dalam keterangannya di Mukomuko, Minggu.
Ia mengatakan, pihaknya melakukan mendeteksi dini orang dengan gangguan jiwa dengan cara pemeriksaan kesehatan orang yang stres dan depresi.
Ia menambahkan, instansinya bekerja sama dengan semua puskesmas yang ada di daerah ini untuk melakukan deteksi dini orang dengan gangguan jiwa.
"Selanjutnya petugas puskesmas yang melakukan pemeriksaan kesehatan orang yang berpotensi mengalami gangguan jiwa," ujarnya.
Ia mengatakan, petugas puskesmas ini selain melakukan pemeriksaan kesehatan orang yang berpotensi mengalami gangguan jiwa, juga mendampingi dan mengobatinya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memberikan penyuluhan tentang program pengobatan penyakit tidak menular seperti orang dengan gangguan jiwa kepada masyarakat.
"Kami memberikan penyuluhan tentang apa itu penyakit gangguan jiwa dan bagaimana cara serta apa saja yang harus dilakukan oleh masyarakat agar terhindar dari penyakit tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan, di puskesmas sudah ada petugas yang terlatih dalam melakukan skrining kesehatan orang dengan gangguan jiwa ini.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mukomuko setiap tahun mengalokasikan anggaran operasional untuk mengantarkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari keluarga warga ekonomi miskin berobat ke Rumah Sakit Jiwa di Kota Bengkulu.
Kabid Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Mukomuko Zoni Fourwanda mengatakan, instansinya tahun ini mendapat penambahan dana operasional untuk mengantarkan sebanyak empat ODGJ berobat ke Rumah Sakit Jiwa di Kota Bengkulu.
Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko tahun 2024 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp42 juta untuk operasional mengantarkan sebanyak 16 ODGJ berobat ke Rumah Sakit Jiwa di Kota Bengkulu, berkurang drastis dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp100 juta.