Bengkulu, (ANTARA Bengkulu) - Persatuan Sepak Bola Bengkulu yang berlaga di Indonesia super liga mengacuhkan tudingan dari beragam pihak termasuk badan sepa kbola dunia (FIFA).
"Misi kami adalah mengharumkan nama Bengkulu. Kami tidak peduli dengan tudingan beragam pihak termasuk FIFA yang menganggap ISL ilegal karena yang paling penting bagi kami adalah mencatat sejarah dan prestasi," kata Pelatih Kepala PS Bengkulu M. Nasir, Kamis.
Ia menjelaskan meski demikian, PS Bengkulu yang berlaga versi ISL terus melakukan latihan ketat di beberapa daerah di Kota Bengkulu.
Menurut dia, hingga kini PSSI tidak mengakui kompetisi ISL dalam kasta tertinggi PSSI, karena versi PSSI yang berhak menggelar liga kasta tertinggi itu harus begabung dalam IPL.
Persoalan itu biarlah nanti bisa dibicarakan dengan kepala dingin dan musyawarah demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Hal yang sama disampaikan Koordinator Pelatih PS Bengkulu yang bertarung di IPL Muswar, sebab secara komunikasi hubungan pelatih, manajemen dan supporter PS Bengkulu tidak terpecah meski bertarung dalam dua liga yang saling bertentangan memperebutkan legalitas itu.
"Justru ini menunjukkan kecintaan masyarakat Bengkulu pada dunia persepakbolaan, masyarakat merindukan tim kesayangannya tampil di pentas nasional," katanya.
Dalam hal jadwal dan pertandingan penggunaan Stadion Sawah Lebar Bengkulu antara IPL dan ISL juga tidak akan bertabrakan.
"Semua telah ada jadwal masing-masing dan tidak ada bentrok penggunaan stadion karena itu semua dapat dilakukan dengan baik guna memperbaiki sepak bola Bengkulu," katanya. (ANT-291)
