Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut berjalan dengan baik dan optimal.
Untuk itu, pemerintah kota secara berkala melakukan pemantauan dan pemeriksaan guna memastikan makanan yang dimasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu dalam keadaan baik, bersih dan sehat.
"Adanya SPPG MBG ini adalah upaya mencerdaskan anak bangsa melalui program dari pemerintah pusat. Saya sangat mendukung program ini, karena akan membantu meningkatkan gizi anak-anak kita," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Rabu.
Ia menyebut bahwa melalui program MBG tersebut dapat mencerdaskan generasi penerus bangsa melalui pemenuhan asupan gizi yang berkualitas, khususnya di Kota Bengkulu.
Dengan adanya pengawasan ketat yang dilakukan mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga tahap pendistribusian ke anak-anak.
"Pastikan proses memasak benar-benar terjaga dan makanan yang sampai kepada anak-anak masih dalam keadaan segar," ujar dia.
Ia menegaskan agar SPPG di Kota Bengkulu dapat mempertahankan dan menjaga aspek higienitas dan keamanan pangan, serta disiplin dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) selama proses produksi.
Selama 2025 Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja untuk menjalankan program MBG di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu telah mencapai Rp88 miliar.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Provinsi Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana menyebut untuk program MBG di Provinsi Bengkulu terdapat 448 pemasok atau vendor yang menyediakan bahan pangan (supplier) dengan 216.224 penerima program makan bergizi tersebut dari 44,78 persen target penerima program di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
Sedangkan untuk penerima program MBG di Provinsi Bengkulu terdiri atas kelompok pelajar, ibu hamil dan ibu menyusui yang berasal dari Kota Bengkulu yang mencapai 79.339 orang, Kabupaten Bengkulu Utara 41.603 orang, Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 19.633 orang.
Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 13.608 orang, Kabupaten Kaur 13.159 orang, Kabupaten Seluma yaitu 12.447 orang, Kabupaten Kepahiang 12.189 orang.
Kemudian, Kabupaten Mukomuko mencapai 11.762 orang, Kabupaten Bengkulu Tengah, yaitu 10.526 orang dan Kabupaten Lebong 1.958 orang.
