Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, saat ini terus melakukan pengawasan dan memperketat penerapan jalur satu arah atau one way di kawasan KZ Abidin I dan KZ Abidin II.

Hal tersebut dilakukan guna memastikan perubahan arus lalu lintas berjalan dengan tertib, serta mengantisipasi terjadinya kemacetan khususnya menjelang Idul Fitri 1447 Hijrah.

"Setelah sistem one way diberlakukan, kami langsung menugaskan personel untuk membantu dan mengawasi arus lalu lintas di kawasan KZ Abidin agar pengendara tertib dan tidak melanggar aturan," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu Toni Hastry Putra di Bengkulu, Jumat.

Pihaknya juga mengeluarkan surat tugas khusus bagi personel untuk melakukan sosialisasi sekaligus pengawasan langsung di titik-titik strategis kawasan tersebut.

Menurut dia, sosialisasi itu dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami pola arus baru serta menghindari pelanggaran lalu lintas di masa awal penerapan, serta, sebagai bagian dari strategi pengamanan kebijakan agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat yang ada di Kota Bengkulu.

Untuk memastikan penerapan arus satu arah tersebut, kata Toni, sebanyak 10 personel Dishub Kota Bengkulu disiagakan setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore.

"Kehadiran petugas difokuskan untuk memandu pengendara yang belum terbiasa dengan pola satu arah, sekaligus mencegah potensi kemacetan akibat kendaraan yang masih mencoba melawan arus," terang dia.

Kegiatan sosialisasi dan pengawasan secara intensif akan berlangsung hingga 31 Maret 2026, sebab periode tersebut dinilai sebagai fase krusial adaptasi masyarakat terhadap perubahan sistem lalu lintas.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kota Bengkulu juga melibatkan unsur pendukung di lapangan, termasuk para juru parkir di sekitar kawasan KZ Abidin guna memastikan penerapan arus satu arah tersebut.

Toni menerangkan, dengan dilibatkan juru parkir tersebut untuk menciptakan kedisiplinan kolektif agar turut aktif mengarahkan kendaraan pengguna jasa parkir agar tidak melawan arus dan tetap mengikuti ketentuan baru.

"Dengan keterlibatan juru parkir, pengawasan menjadi lebih efektif karena pengendara mendapatkan arahan langsung saat hendak memarkirkan kendaraannya. Kami juga mengimbau para juru parkir di lokasi untuk ikut membantu mengarahkan pengendara. Kerja sama ini penting agar sistem one way berjalan tertib dan lancar," jelasnya.

 



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026