"Dari Januari sampai minggu terakhir Desember 2011 kami menemukan sebanyak 392 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan tujuh orang meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Mixon Syahbuddin, Kamis.
Ia mengatakan, tujuh orang warga tersebut meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pertolongan tenaga medis
Warga yang meninggal dunia tersebut adalah Nabila Putri (10 tahun) warga Jalan MT Haryono Kelurahan Kampung Bali, Gibran (10 bulan) warga Jalan Mayjend Sutoyo Kelurahan Tanah Patah dan Dodi Riski (18 tahun) warga Jalan Sukamaju Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu.
"Mereka meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus dan Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu," katanya.
Lalu Mushaddiq (1 tahun) warga Jalan Sutoyo Tanah Patah, Rendo (8 bulan) warga Jalan Bali Kampung Bali, Putrika (11 tahun) warga Jalan Ciliwung BTN Harapan dan Putri (7 tahun) warga Jalan Kuala Lempuing Kota Bengkulu.
Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Karimel Sinambela mengatakan, kasus DBD tahun ini meningkat dibandingkan 2010 yakni sebanyak 352 kasus.
"Meski jumlah kasus DBD mengalami peningkatan, namun penderita yang meninggal dunia tahun ini menurun. Pada 2010 penderita DBD yang meninggal dunia sebanyak sembilan orang, sedangkan tahun ini menurun menjadi tujuh orang meninggal dunia," katanya.
Untuk menanggulangi penyakit DBD pihak Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melakukan pengasapan di pemukiman penduduk yang ditemukan warganya terserang penyakit DBD.
Kasus DBD di daerah ini diperparah dengan pembangunan perumahan yang kurang memperhatikan sanitasi yang baik seperti saluran pembuangan air limbah dan tempat sampah rumah tangga.
"Saat ini pada perumahan-perumahan tersebut banyak air limbah yang tergenang di selokan sehingga menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan penular virus DBD," ujarnya.
Selain itu, banyak terdapat kaleng-kaleng bekas yang dibuang sembarangan sehingga berisi air yang menjadi tempat bertelurnya nyamuk aedes egypti.
"Karena sebagian besar pasien DBD yang meninggal dunia karena terlambat mendapat p[ertolongan medis, kami menghimbau kepada masyarakat agar segera membawa warga yang diduga menderita DBD ke rumah sakit sebelum keadaan bertambah parah dan mengakibatkan meninggal dunia," katanya.
Ia menerangkan, gejala DBD antara lain demam mendadak tinggi di atas 37 derajat celcius, sakit kepala, sakit di belakang mata, badan ngilu, nyeri sendi, mual atau muntah disertai keluar bercak merah di kulit.
"Untuk mencegah terjadinya kasus DBD masyarakat harus melakukan gerakan tiga M yakni menimbun barang- barang bekas, menguras bak mandi minimal tiga kali seminggu dan menutup genangan air," katanya.
Selain itu, ia menyarankan kepada masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar sumber penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin. (ANT-213/I016)
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.