Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Warga Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu menantikan pasokan ikan segar dari Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk memenuhi kebutuhan lebaran Idul Adha 2012.
Selain itu menunggu nelayan pancing yang akan membongkar hasil tangkapannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai Bengkulu, kata seorang pedagang ikan ny Hasmah, Kamis. Ia mengatakan, permintaan akan ikan segar menjelang lebaran Idul Adha, Jumat (26/10) dipastikan meningkat, sedangkan stok pada nelayan tradisonal sangat minim.
"Kita hanya mengharapkan pasokan ikan segar dari Enggano karena biasanya nelayan daerah itu sudah menyiapkan dalam jumlah banyak," katanya. Biasanya pasokan ikan segara itu terjadi tiga kali dalam seminggu dan tergantung kelancaran transportasi ke wilayah pulau terpencil tersebut. Mudah-mudahan saja transpor kapal perintis ke Enggano pekan ini lancar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan ikan di pasar Panorama dan pasar Pagar Dewa setempat.
Pasokan ikan segar tersebut selama ini sangat diharapkan masyarakat karena sudah lama ikan segar di wilayah itu sangat kurang. Kurangnya pasokan ikan segar itu akibat nelayan sebagian besar tidak melaut karena gelombang tinggi dan angin kencang, kata seorang pedagang ikan Kramin di Kota Bengkulu, Kamis.
"Kami hampir setiap hari mendapat keluhan dari masyarakat bahwa mereka mendambakan pasokan ikan seperti sebelumnya, meskipun ada ikan segar jumlahnya terbatas dan harganya cukup tinggi," ujarnya. Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya mendapatkan pasokan ikan segar dari sekelompok nelayan moderen, sedangkan dari nelayan tradisional sudah lama tidak bertransaksi.
Untuk pasokan ikan segar air tawar akhir-akhir ini cendrung tersendat-sendat, terutama dari provinsi tetangga yaitu Lubuk linggau dan Pagar Alam, Sumsel. Ia menjelaskan, harga ikan sipora-pora itu hingga saat ini dijual berkisar Rp10.000-Rp15.000/kg, sedangkan permintaan masih tinggi.
Warga Bengkulu selama ini menyebut ikan sipora-pora itu ikan seluang dari wilayah Sumsel dan Kalimantan karena rasanya sama. Berhubung pasokan ikan seluang dari Sumsel dan Kalimantan tidak masuk Bengkulu, maka warga cukup mengkonsumsi ikan sipora-pora, katanya.
Seorang pedagang ikan lainnya Rusmi mengatakan, sebelumnya ia menjual ikan air tawar jenis ikan putih yang dipasokan pedagang dari Jambi, namun jumlahnya terbatas. Ikan air tawar jenis lainnya yang dijualnya adalah ikan nila, ikan mas dari provinsi tetangga, namun saat ini hanya menjual ikan lele produksi lokal. Pasokan ikan air tawar itu sebelumnya didatangkan dari berbagai daerah tingkat dua di Bengkulu bahkan dari provinsi tetangga seperti Lubuk Linggau dan Pagar Alam, Sumsel.
Harga jual ikan jenis nila Rp23.000 turun dari sebelumnya mencapai Rp26.000/kg, ikan bawal air tawar dijual Rp25.000/kg, ikan mas dijual Rp30.000/kg dan ikan lele Rp20.000/kg. Selain itu harga ikan gabus Rp40.000 dan salai ikan gabus dijual Rp60.000/kg, katanya.(Z005)
