.....Kami belum menerima dana untuk Festival Tabot sebesar Rp175 juta padahal kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 14 November 2012.....Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Pemerintah Kota Bengkulu belum juga mencairkan anggaran yang diperuntukkan bagi pelaksanaan festival Tabot pada 14 hingga 24 November 2012.
"Kami belum menerima dana untuk Festival Tabot sebesar Rp175 juta padahal kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 14 November 2012," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Kemas Zaini, Jumat.
Kemas mengatakan sudah berusaha menemui bagian keuangan Pemkot Bengkulu namun belum bisa cair. Meskipun demikian dia optimistis kegiatan dapat terus berjalan meski tidak maksimal. "Kami terus melanjutkan kegiatan menjelang pelaksanaan Festival Tabot ini meskipun dana belum dicairkan," ujarnya.
Dana yang dialokasikan untuk Festival Tabot 2012 sangat minim yakni hanya Rp175 juta dibandingkan 2011 sebesar Rp400 juta. Dinas Pariwisata juga mendapat dana hibah dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DPPKA) sebesar Rp300 juta yang nantinya langsung diserahkan kepada Kerukunan Keluarga Tabot sebagai tambahan biaya membuat tabot sakral dan tabot pembangunan.
"Meskipun dana tahun ini sangat minim namun kami berupaya dengan dana seadanya bisa menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp150 juta yang meningkat dari tahun lalu sebesar Rp50 juta," katanya.
Untuk memperoleh PAD tersebut Dispar Kota Bengkulu bekerja sama dengan dua Event Organizer (EO) sebagai pengelola tenda pameran dan pasar rakyat. EO tersebut yakni Yayasan Asyura Tabot Bencoolen yang ditetapkan harus menyetor PAD sebesar Rp100 juta dan Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) sebesar Rp50 juta.
Kedua EO tersebut wajib menyetorkan PAD tersebut sebelum pelaksanaan festival tabot dimulai untuk mencegah tidak tercapainya target PAD seperti tahun sebelumnya sebab jika tidak akan diganti dengan EO yang lain. Dari dua EO tersebut, PAD sebesar Rp50 juta sudah disetorkan oleh SPTI ke kas daerah.
Sementara itu, Sekretaris DPPKA Kota Bengkulu Arjan Syukur Yunus mengatakan, anggaran festival Tabot tersebut sedang dalam proses. "Kami tidak menemui kendala dalam memproses anggaran untuk festival Tabot ini dan saat ini masih diproses di bidang keuangan. Namun saya juga tidak tahu prosesnya sudah sampai dimana," ujarnya.
Upacara tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Husien di Padang Karbala Irak. Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Husien yang diarak masyarakat Bengkulu pada hari ke-10 menuju pemakaman Karabela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.(MAM)
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026