Payakumbuh (ANTARA Bengkulu) - Festival musik tingkat dunia bertajuk "Payakumbuh World Music Festival" dihelat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, 3-5 Desember.
Sebanyak 120 peserta yang tergabung dalam 12 grup musik dari dalam negeri dan mancanegara akan ikut meramaikan festival ini, kata salah seorang penggagas acara Yusril di Payakumbuh, Senin.
Ia mengatakan, Payakumbuh World Music Festival tersebut bertolak dari makna festival tanpa embel-embel lomba, bazaar, dan semacamnya.
"Festival dapat dimaknai sebagai sarana untuk mengukur pencapaian masa lalu, hari ini dan masa yang akan datang. Festival musik di Payakumbuh ini pada akhirnya akan mengukur pencapaian musik asli Payakumbuh, salah satunya sampelong pada masa lalu, konteks kekinian dan perkembangannya ke depan," terang dia.
Dia menambahkan, pada pencapaian masa lalu, musik berbasis etnik sudah sangat mapan. Namun dalam perkembangannya, banyak pihak terutama generasi muda mulai menganggap musik etnik sebagai musik yang ketinggalan zaman.
"Image itulah yang kami ubah dengan Payakumbuh World Musik Festifal ini. Kami ingin menyuguhkan musik etnik yang dikolaborasikan dengan musik modern sehingga memunculkan nuansa yang berbeda," kata dia.
Dua penggagas acara yang lain, masing-masing Ketua Dewan Kesenian Payakumbuh,Iyut Fitra dan Ijod Goblin membenarkan penyampaian Yusril.
Menurut mereka, sebagai sebuah kota yang letaknya strategis di "pintu timur" Sumatera Barat, Payakumbuh saat ini belum memiliki ikon wisata yang betul-betul mampu menarik perhatian wisatawan.
"Kita yakin, Payakumbuh World Musik Festifal ini akan mengisi menjadi ikon yang belum ada itu," kata mereka.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Ridha Ananda mengatakan, pemkot setempat sangat mendukung acara tersebut.
"Festival ini akan menjadi salah satu event tahunan di Payakumbuh," tukasnya.
Menurut dia, kepala daerah juga sangat mengapresiasi gagasan seniman Payakumbuh untuk memunculkan ikon wisata di daerahnya.
Meski demikian, Ridha mengatakan, acara yang baru pertama dilaksanakan di Payakumbuh ini tentu akan menghadapi sejumlah kritikan. Namun dia menilai hal itu wajar, bahkan sangat diharapkan untuk pelaksanaan acara tahun depan.
"Persiapan kami terhitung minim, hanya satu bulan untuk membuat sebuah acara berkaliber dunia. Tetapi kami optimis semua berjalan lancar," katanya.
Kelompok musik yang akan mengisi Payakumbuh World Musik festifal diantaranya, Mahakam Essemble (Kalimantan Timur), Bahana Etnik dari Bengkulu, Kelompok Kreatif UNP, Arastra(Bengkulu), Kota Arang Perkusi (Sawahlunto).
Bernhard A. Schelet (Basel, Swiss), Kampung Perkusi Djerami (Padangpanjang), Dendang Anak (Trenggano, Malaysia), Eksaens (Pekanbaru), Alta Jaru (Jakarta), Taufik Adam Minstreal (Jakarta), Minang Apentagong (Padangpanjang), serta kelompok musik dari Australia, Maroko dan Korea. (ANTARA)
