Sabtu, 19 Agustus 2017

Petani Keluhkan Rendahnya Harga Jual Cabai Merah

id Cabai Merah
Petani Keluhkan Rendahnya Harga Jual Cabai Merah
Petani cabai di Rejang Lebong. (Foto Antarabengkulu.com/Nur Muhammad)
Rejang Lebong (Antara) - Kalangan petani cabai merah keriting di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan rendahnya harga jual di tingkat petani.

Menurut Suhendar (38), petani cabai di Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kamis, harga jual cabai merah keriting saat ini turun drastis hingga harga terendah Rp10 ribu per kilogram.

"Saat ini harga jual cabai merah di tingkat petani untuk kualitas bagus hanya Rp8.000,00/kg, kemudian untuk cabai besar atau cabai lado paling tinggi Rp5.000 per kg dan untuk harga jual cabai hijau berkisar Rp2.000/kg," katanya.

Turunnya harga jual cabai merah di tingkat petani tersebut, menurut Suhendar, membuat mereka mengalami kerugian akibat pendapatan tidak sebandingkan dengan modal mereka, baik biaya pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, obat-obatan, maupun plastik mulsa.

Harga cabai merah itu mengalami penurunan sebelum tibanya bulan puasa meski sebelumnya sempat membaik dan bertahan di kisaran Rp20 ribu/kg untuk kualitas bagus dan cabai lado sebesar Rp18 ribu/kg. Dua hari sebelum bulan puasa, turun kembali dari Rp13 ribu hingga Rp8.000,00/kg.

Sementara itu, Mardi (29), petani cabai merah di Desa Mojorejo, Kecamatan Selupu Rejang, mengatakan bahwa anjloknya harga jual cabai merah itu menyebabkan kalangan petani cabai di daerah itu banyak yang merugi dan terancam tidak bisa meneruskan usaha bercocok tanam cabai.

"Modal menanam cabai merah ini tidak sedikit. Misalnya, luas lahan 0,5 hektare, modalnya mencapai belasan juta rupiah, baik untuk biaya upah pengolahan lahan, biaya pembelian pupuk, maupun obat-obatan," kata Mardi.

Sejauh ini penyebab anjloknya harga cabai di tingkat petani di wilayah itu, belum diketahui secara pasti. Rendahnya harga jual cabai merah ini diperkirakan akan terus terjadi hingga mendekati Idulfitri 1438 Hijriah.

"Kalau harga jualnya bisa di atas Rp15 ribu/kg, kami bisa dapat untung walaupun sedikit. Jika harga jualnya di bawah Rp10 ribu/kg, kami rugi," ujarnya.***3***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga