Singapura (Antara/AFP) - Harga minyak dunia turun di perdagangan Asia pada Kamis, setelah lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah AS dan tanda-tanda baru menghangatnya hubungan antara Barat dan produsen minyak mentah Iran, kata para analis.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, turun 17 sen menjadi 102,49 dolar AS dalam perdagangan sore, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan November turun delapan sen menjadi 108,24 dolar AS.
Badan Informasi Energi AS pada Rabu mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS melonjak 2,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 20 September. Para analis rata-rata telah memperkirakan penurunan 900.000 barel.
"Naiknya persediaan minyak mentah AS tidak diperkirakan sama sekali, dan itu telah memperlemah harga minyak seiring dengan penghapusan premi risiko seputar Suriah," Desmond Chua, analis pasar di CMC Markets di Singapura, mengatakan kepada AFP.
Harga minyak juga di bawah tekanan menyusul tanda-tanda baru pencairan hubungan AS-Iran, yang mungkin dapat menyebabkan pengurangan sanksi Barat pada produsen minyak mentah itu dan memungkinkan Iran mengekspor minyak lebih bebas.
Ekonomi Iran telah lumpuh oleh serangkaian sanksi PBB dan AS yang bertujuan untuk mengakhiri program nuklirnya, yang diklaim Barat sedang digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran membantah pernyataan tersebut.
Pada Kamis, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan mitranya dari Iran Mohammad Javad Zarif akan bergabung dalam pembicaraan internasional mengenai program nuklir Teheran, pertemuan tingkat paling tinggi antara kedua negara sejak revolusi Republik Islam pada 1979.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post yang diterbitkan Rabu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan ia berharap untuk mencapai kesepakatan tentang masalah ini dalam waktu tiga bulan. (Antara)
