Bengkulu (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu menyebutkan daftar tunggu calon haji untuk Provinsi Bengkulu hingga akhir September 2023 telah mencapai 34.069 orang.
Daftar tunggu calon haji Bengkulu capai 34.069 orang
Rabu, 27 September 2023 21:15 WIB 1586

Petugas membantu jamaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) sepuluh embarkasi Padang menaiki pesawat di Bandara Fatmawati-Soekarno, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Rabu (14/6/2023). Sebanyak 393 orang jamaah calon haji asal Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Muko-muko diberangkatkan dari asrama haji transit menuju Jeddah, Arab Saudi melalui embarkasi Padang, Rabu (14/6) malam. (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/hp.)
"Dalam beberapa bulan terakhir masyarakat yang mendaftar haji kalau kami rata-rata sekitar 200 orang per bulan," kata Ketua Tim Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Allazi, di Bengkulu, Rabu.
Daftar tunggu pemberangkatan paling lama, kata dia, yakni calon haji yang mendaftar di Kota Bengkulu yang daftar tunggunya hingga 32 tahun, dan daftar tunggu tercepat di Kabupaten Kaur yakni 14 tahun.
"Jadi, kalau ada warga yang mendaftar sekarang di Kota Bengkulu, maka jadwal keberangkatannya 32 tahun lagi. Itu kalau kuota haji Bengkulu masih sama dengan yang telah dialokasikan seperti saat ini," kata dia.
Pada penyelenggaraan haji 2024, Provinsi Bengkulu mendapatkan kuota sebanyak 1.533 calon haji, 82 orang kuota khusus calon haji lansia, 6 orang KBIHU, dan 15 petugas haji daerah (PHD) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.
"Kalau tidak ada perubahan, kuota reguler 1.533 calon haji, 82 khusus lansia, 6 KBIHU, dan 15 PHD Provinsi Bengkulu, atau totalnya 1.636 calon haji," kata dia.
Kemudian guna memastikan calon haji untuk penyelenggaraan 2024, Kemenag Bengkulu mengingatkan Kemenag kabupaten dan kota untuk melakukan verifikasi calon haji yang sudah masuk daftar pemberangkatan haji 2024.
"Tugas tim pendaftaran dan dokumen haji kabupaten dan kota yakni verifikasi, cari jamaah atau temukan jamaah yang akan berangkat, apakah siap berangkat atau tidak, atau ada yang berniat menunda keberangkatan," ujarnya.