Mukomuko, Bengkulu, (ANTARA) - Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memiliki cara efektif untuk meningkatkan dunia pendidikan di daerah itu, dengan rutinitas melakukan pendataan melalui kegiatan inspeksi mendadak ke sekolah yang kekurangan dan kelebihan guru.
"Pada tahap pertama inspeksi mendadak, kami mulai dari SD dalam Kecamatan Kota Mukomuko karena informasinya guru berlebih sedangkan jumlah siswa sedikit, selanjutnya kegiatan serupa akan berlajur di sekolah di kecamatan terjauh," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko Hermansyah.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD setempat ke SD Negeri 07, terjadi perbandingan satu guru berbanding dengan lima orang siswa dengan rincian sebanyak 11 orang guru pegawai negeri sipil (PNS) dan tiga orang guru status honor daerah yang mengajar 91 orang siswa.
Begitu juga saat melakukan sidak kedua di SDN 09 Kota Mukomuko, para legislator itu menemukan terjadi penumpukan jumlah tenaga pengajar 10 orang guru PNS dengan anak didik hanya 62 orang.
Hermasyah menilai, penumpukan tenaga pengajar di satu sekolah berdampak pada kekurangan sekolah lain selain jam mengajar guru di sekolah kelebihan tenaga tidak efektif.
"Sekolah yang kelebihan tenaga pengajarnya rata-rata hanya mengajar enam hingga 18 jam dan tidak cukup kewajiban mereka memberikan pelajaran bagi siswa selama 24 jam dalam satu minggu," kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali kelebihan guru di beberapa sekolah agar dipindahkan di sekolah yang kekurangan tenaga pengajarnya.
"Kami ingin pemerataan tenaga pengajar di sekolah daerah ini agar tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru," ujarnya.
Anggota DPRD setempat Rusman Aswardi tidak mempungkiri bila guru-guru berlebih di sekolah kota ini merupakan titipan dari oknum pejabat yang menghendaki tenaga pengajar itu berada di pusat kota kabupaten.
"Bisa saja itu terjadi karena guru saat ini enggan bila ditugaskan mengajar di sekolah terpencil di daerah ini sehingga melakukan cara kolusi agar bisa bertugas di sekolah yang dekat dengan rumahnya," ujarnya lagi.
Lakukan Identifikasi
Selanjutnya, lembaga itu akan melakukan identifikasi setiap sekolah di daerah itu terutama di desa terpencil guna memastikan kekurangan tenaga gurunya.
"Kami telah malakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua sekolah yang kelebihan guru. Dalam waktu dekat kegiatan serupa akan dilakukan di sekolah yang kekurangan guru terutama sekolah di desa terpencil," kata Hermasyah.
Semua temuan dan data dan sidak Komisi III DPRD setempat setelah diindentifikasi akan dibahas di tingkat lembaga itu agar menjadi pertimbangan pemerintah melalui dinas pendidikan setempat dalam melakukan pemerataan tenaga pendidik di daerah itu.
"Kami berharap tidak ada sekolah dan siswa yang terus menerus mengeluhkan kekurangan tenaga pendidik, padahal di bagian lain ada sekolah yang kelebihan guru," kata dia menambahkan.(adv/fto)