Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu memastikan seluruh masyarakat memanfaatkan program bank sampah yang hingga saat ini beroperasi dengan baik pada 67 kelurahan di wilayah tersebut.
"Pemerintah mengapresiasi inisiatif warga yang telah memanfaatkan Bank Sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir -TPA-," kata Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing di Bengkulu, Sabtu.
Karena itu, melalui program bank sampah dapat memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan sekitar, sebab pada bank sampah tersebut warga dapat melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, penimbangan, serta sistem pencatatan yang dilakukan oleh pengurus.
Bank sampah merupakan salah satu program yang sejalan dengan visi pemerintah Kota Bengkulu untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan membuat kota ini bebas dari sampah.
Sebelumnya, sebanyak 67 kelurahan di wilayah tersebut saat ini telah memiliki bank sampah guna mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi dan efisien.
Sebab, melalui bank sampah, dapat menjadi sistem pengumpulan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah secara komersial. Konsep ini dinilai efektif sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi.
"Mari sama-sama kita sadar dari rumah tangga dipilah sampahnya itu, baik sampah plastik, sampah basah, sampah kering, organik dan anorganik. Nah yang organik tadi itu bisa kita olah menjadi kompos, bisa jadi pupuk," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.
Ia menyebutkan bahwa dengan adanya bank sampah di tingkat kelurahan tersebut, diharapkan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan.
Sebab, melalui bank sampah tersebut masyarakat dapat memilah dan mendaur ulang sampah secara efektif, mengurangi pembuangan sampah ke TPA yang saat ini kondisinya telah melebihi kapasitas atau overload.
Melalui pembentukan bank sampah dapat mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah, sebab konsep bank sampah sebagai sistem pengumpulan dan daur ulang sampah secara komersial, seperti menjual atau daur ulang.
Karena itu, Dedy menerangkan bahwa terdapat sejumlah sampah memiliki nilai guna atau ekonomi, oleh karena itu masyarakat harus sadar dalam pengelolaan sampah, sebab permasalahan atau persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
