Andika, salah satu penggemar kopi, mengaku cukup senang dengan racikan kopi rempah Indukuh 1957 karena memiliki cita rasa berbeda serta aroma yang khas.
"Saat menyeruput kopi ini, kenikmatannya cukup khas dibanding kopi lain karena diracik dengan berbagai rempah. Perpaduan kopi dan berbagai rempah memberikan sensasi tersendiri," ucap Andika.
Keberhasilan Raya mengangkat "kopi desa" pun mendapat sejumlah dukungan dalam pengembangan usaha, di antaranya dari pemerintah yang memberikan alat berupa sarana prasarana pengolahan kopi modern hingga fasilitasi dalam berbagai kegiatan pameran, baik di Kalimantan Tengah maupun di luar provinsi.
Dalam pemenuhan permintaan pasar Raya kemudian mengolaborasikan pengolahan kopi yang tetap dilakukan secara tradisional, serta didukung peralatan modern.
"Hanya saja kini khusus untuk pengolahan kopi secara tradisional bersama para ibu di kampung halamannya, tak lagi dilakukan setiap saat," kata Raya.
Aktivitas pengolahan kopi secara tradisional tersedia saat adanya permintaan sekaligus kunjungan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang ingin melihat langsung berbagai tahapan pengolahan kopi.
Kebanyakan yang melakukan kunjungan langsung ke Karuing untuk melihat proses pengolahan kopi hingga menikmati secangkir kopi rempah adalah para wisatawan mancanegara, di antaranya Inggris, Belanda, hingga Italia.
Sementara itu, untuk pengolahan kopi rempah rutin Raya kini memilih memusatkannya di Palangka Raya, dengan menggunakan mesin modern, tapi tetap dengan racikan yang sama serta identitas dipastikan tak berubah.
Pilihan ini menjadi keputusan besar Raya dalam merespons perkembangan serta tantangan pasar yang semakin berkembang.
Adapun saat ini rata-rata dalam sebulan kopi rempah yang diproduksi berkisar antara 40-50 kilogram, dan terbanyak pernah mencapai hingga 80 kilogram. Per kemasannya dibanderol dengan harga hanya puluhan ribu rupiah, tergantung ukuran beratnya.
Saat ini kopi rempah Indukuh 1957 telah menjangkau berbagai pasar Nusantara. Selain di Kalimantan, juga telah mencapai Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Kendari, serta daerah lainnya.
Raya berharap jangkauan pasar kopi rempah miliknya ke depan dapat benar-benar stabil, bahkan semakin berkembang lagi di pasar Nusantara, hingga kemudian berlanjut hingga ke pasar mancanegara.
"Misinya saya kan dari desa untuk dunia, bagaimana desa-desa ini kearifan lokalnya benar-benar mampu tersampaikan yang dalam hal ini adalah kopi rempah racikan keluarga," kata Raya.

