Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah menetapkan tanggap darurat bencana banjir dari hujan lebat untuk penanganan jembatan yang terdampak selama 14 hari ke depan.
"Masa tanggap darurat 14 hari atau dua minggu. Instansi teknis dari Dinas PUPR Mukomuko dari kemarin mulai membangun jembatan darurat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ruri Irwandi di Mukomuko, Minggu.
Dia mengatakan hal itu terkait solusi penanganan jembatan penghubung sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teramang Jaya yang putus akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa waktu yang lalu.
Pihak BPBD Kabupaten Mukomuko bersama sejumlah instansi terkait lain di daerah ini sebelum menerima laporan dari kecamatan dan desa terkait putusnya jembatan penghubung desa di Kecamatan Teramang Jaya yang putus akibat banjir.
Tindakan lebih lanjut yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah membangun jembatan darurat untuk akses kendaraan roda empat dan dua melewati jembatan tersebut.
Terkait pembangunan jembatan darurat, kata dia pula, dilakukan oleh instansi teknis dari Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, dan pembangunannya sudah berjalan sejak kemarin
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana mengatakan, pihaknya telah mengalihkan arus lalu lintas karena putusnya jembatan penghubung sejumlah desa di kecamatan ini akibat curah hujan yang tinggi sejak Kamis malam (1/1) hingga Jumat sore (2/1).
"Kendaraan roda empat dan roda dua dialihkan ke jalan alternatif simpang Desa Pondok Baru, Desa Nelan Indah, Desa Mandi Angin Jaya, Desa Pasar Bantal, Desa Teramang Jaya," ujarnya.
Kemudian, sebaliknya kendaraan roda empat dan roda dua dari Desa Teramang Jaya, Desa Pasar Bantal, dan Desa Nelan Indah dialihkan ke Pondok Baru.
Terputusnya jembatan di Desa Nenggalo yang merupakan penghubung Jalan Lintas Kecamatan Teramang Jaya ke desa Nelan Indah, Pasar Bantal,Mandi Angin Jaya dan ke desa Teramang Jaya.
Dia mengatakan, personil polsek selain mengalihkan arus lalu lintas dan memasang Traffic Cone untuk menutup jalan menuju jembatan yang putus tersebut.
"Polisi telah memberikan tanda pengalihan arus lalu lintas di simpang tiga Desa Pondok Baru, Kecamatan Teramang Jaya," ujarnya.
