Kupang (Antara) - Pemerintah pusat dalam tahun anggaran 2014 mengalokasikan sejumlah dana dari APBN untuk 14 desa wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur, kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTT, Welly Rohimone.
"Masing-masing desa wisata mendapat bantuan Rp50 juta. Walaupun jumlahnya tidak terlalu besar, namun tetap ada perhatian dari pemerintah pusat," kata Welly Rohimone di Kupang, Jumat, terkait perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di desa-desa wisata di NTT.
Selain APBN, pada tahun ini, Pemerintah Provinsi NTT juga mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 miliar dari APBD NTT untuk membantu desa-desa wisata di NTT, katanya.
Hanya saja, nama-nama desa penerima masih dalam proses penentuan, karena dana yang dialokasikan tidak cukup untuk membantu desa wisata yang jumlahnya saat ini sekitar 75 desa wisata, katanya.
Mengenai desa-desa wisata itu, antara lain Desa Koposili, Pemo, dan Nduaria di Kecamatan Kelimutu, dan Desa Wologai Tengah di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.
Selain itu, Desa Wae Sano, Cunca Lolos, dan Liang Dara di Kecamatan Sano Nggoang dan Desa Labuan Bajo, Komodo, Pasir Panjang, Desa Batu Cermin di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Kemudian Desa Satarlenda, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai dan Desa Nangalabang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Di Kabupaten Lembata ada Desa Belabaja, Kecamatan Nagawutun dan Desa Lamalera A di Kecamatan Wulandoni, sedangkan di Kabupaten Flores Timur adalah Desa Sinar Hadung dan Desa Bantala, Kecamatan Tanjung Bunga.
Khusus Kota Kupang, dia mengatakan ada satu kelurahan yaitu Kelurahan Lasiana di Kecamatan Kelapa Lima.
Di Kabupaten Rote Ndao masing-masing Desa Nemberala dan Bo'a di Kecamatan Rote Barat.
Sementara itu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu terdapat Desa Fatuketi, Kenebibi, dan Dua Laos.
Selanjutnya, Desa Rindi di Kecamatan Rindi Umalulu dan Desa Londa Lima di Kecamatan Panda Wai, Kabupaten Sumba Timur serta Desa Fatumnasi dan Boto di Kecamatan Kie, perkampungan adat Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
"Saya tidak ingat seluruhnya, tetapi ada sekitar 30 desa wisata yang selalu dalam ingatan, karena selalu dikunjungi," katanya. (Antara)
