Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan mengakhiri status tanggap darurat bencana di Desa Nenggalo, Kecamatan Teramang Jaya karena pembangunan jembatan darurat untuk pengganti jembatan yang putus akibat banjir telah selesai dibangun.
"Kalau lah selesai pembangunan jembatan darurat untuk apa memperpanjang status tanggap darurat," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko Ahmad Hidayat Syah dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menetapkan tanggap darurat bencana banjir untuk penanganan jembatan yang terdampak selama 14 hari ke depan sejak tanggal 4 sampai 18 Januari 2026.
Setelah itu, instansi teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko membangun jembatan darurat menggunakan pohon kelapa dan papan supaya akses jalan itu bisa dilalui.
Jembatan terdampak banjir di Desa Neggalo tersebut penghubung sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teramang Jaya ke desa Nelan Indah, Pasar Bantal,Mandi Angin Jaya dan ke desa Teramang Jaya.
Selama jembatan tersebut putus arus lalu lintas kendaraan baik roda dua maupun roda empat dialihkan ke jalan alternatif simpang Desa Pondok Baru, Desa Nelan Indah, Desa Mandi Angin Jaya, Desa Pasar Bantal, Desa Teramang Jaya.
Kemudian, kata dia lagi, kendaraan roda empat dan roda dua dari Desa Teramang Jaya, Desa Pasar Bantal, dan Desa Nelan Indah dialihkan ke Pondok Baru.
Camat Teramang Jaya Eka Purwanto mengatakan, berbagai pihak bergotong royong membangun jembatan darurat di Desa Neggalo, yakni TNI, Polri, Dinas PUPR, BPBD, dan masyarakat setempat.
Sedangkan jalan alternatif yang disiapkan untuk kendaraan bermuatan besar disamping SD di Desa Pondok Baru, itu merupakan jalan lama yang tembus ke aspal hotmik yang dibangun menggunakan dana Instruksi Presiden (Inpres).
Jalan alternatif tersebut diperbaiki bagian kiri kanan yang semak belukar dibersihkan serta perbaikan ringan pada tanjakan jalan tersebut.
