Mukomuko (Antara) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menurunkan petugas medis untuk mengindentifikasi ada atau tidak kasus warga lainnya di daerah itu yang diduga tertular penyakit rabies dari monyet.
"Satu orang warga yang digigit monyet peliharaannya positif rabies. Sekarang sedang mencari kasus lain," kata kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Madri, melalui Petugas Monitoring dan Evaluasi Global Fund Ruli Herlindo di Mukomuko, Senin.
Ia menyebutkan, seorang warga Kecamatan Penarik seminggu yang lalu Senin (18/4) digigit monyet yang mengidap penyakit rabies. Monyet tersebut positif mengidap penyakit dari pemeriksaan kelapanya yang disembelih pada saat itu juga oleh warga di wilayah tersebut.
Pihaknya telah memberikan vaksin anti rabies (VAR) sehari setelah warga tersebut digigit monyet tersebut, tetapi yang dikhawatikan sekarang adalah warga lain yang menyembelih kepala monyet tersebut.
Karena, katanya, pada saat warga menyembelih kepala monyet itu, tanpa menggunakan alat pengaman sarung tangan. Sehingga penyakit itu sangat mudah menular pada warga yang mengalami luka kecil.
"Kalau ternyata masih ada kasus warga lain diluar korban yang digigit monyet tersebut dan jumlahnya diatas tiga orang, maka kasus itu masuk kejadian luar biasa (KLB)," ujarnya.
Untuk itu, katanya, saat ini instansinya mengantisipasi jangan sampai ada kasus warga lainnya di daerah itu yang yang tertular penyakit rabies tersebut.
Kalau masih ada kasus warga lain yang terkena rabies maka pencegahannya dengan memberikan korban VAR. ***4***
