Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC) di provinsi berjuluk Bumi Merah Putih itu kini mencapai 99,7 persen.
"Kami juga akan melakukan pemadanan data sehingga melalui validasi ini, seluruh masyarakat dapat tercover (terjamin) dalam layanan kesehatan gratis yang berkualitas," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Redwan Arif di Bengkulu, Rabu.
Redwan Arif memastikan Pemprov Bengkulu bersama BPJS Kesehatan dan seluruh pemerintah kabupaten kota akan terus berupaya mencapai UHC 100 persen.
Program strategis Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Helmi Hasan-Mian, yakni kesehatan gratis yang berkualitas terus dioptimalkan.
Salah satu wujud nyata dari program itu adalah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan BPJS Kesehatan yang berhasil membawa capaian universal health coverage (UHC) Bengkulu mencapai 99,7 persen.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Wilayah Bengkulu Syafrudin Imam Negara mengatakan berdasarkan target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029, capaian UHC Bengkulu tergolong terbaik.
Namun, dari sisi kepesertaan aktif BPJS Kesehatan, Bengkulu masih berada di angka 78 persen, sementara idealnya minimal mencapai 80 persen.
"Hal ini sudah kami sampaikan dan mendapat respons positif dari pak gubernur. Bahkan, beliau mendorong agar UHC mencapai 100 persen dan kepesertaan aktif meningkat melalui berbagai upaya, salah satunya dengan pemanfaatan optimal pajak dan cukai rokok," jelas Syafrudin.
Selain itu, optimalisasi kepesertaan BPJS Kesehatan juga dilakukan dengan menyisir desa-desa agar masyarakat lebih proaktif dalam mendaftarkan diri.
menurut dia Gubernur Helmi Hasan juga menginisiasi pembentukan agen atau relawan BPJS Kesehatan di rumah sakit dan puskesmas.
"Dengan adanya agen ini, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tetapi belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan bisa segera difasilitasi melalui kolaborasi dengan tim lapangan," ujarnya.