Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu telah membentuk Satgas Optimalisasi Pendapatan Daerah Provinsi Bengkulu untuk memastikan pemanfaatan sumber daya daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal, mengakselerasi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.
"Oleh karena itu, kita harus bergerak cepat sebagaimana yang dipesankan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, agar pertumbuhan ekonomi dapat terus meningkat," kata Asisten II Setda Provinsi Bengkulu RA Denny, di Bengkulu, Sabtu
Pembentukan satgas tersebut menyikapi kondisi ekonomi nasional dan global saat ini berada dalam situasi kompleks dan cenderung stagnan.
"Tantangan seperti inflasi, ketegangan geopolitik, serta perubahan iklim turut berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi di Bengkulu," kata dia.
RA Denny mengatakan salah satu langkah optimalisasi pendapatan daerah dapat dilakukan contohnya melalui sektor pajak kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat, dengan mendorong balik nama kendaraan berpelat luar Bengkulu menjadi pelat nomor kendaraan Bengkulu.
"Kendaraan dari luar yang beroperasi di Bengkulu diharapkan segera melakukan balik nama menjadi pelat BD. Apalagi, saat ini biaya balik nama kendaraan tersebut telah dibebaskan," kata dia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat ada beberapa sektor lain yang dapat menyumbang pendapatan daerah, optimalisasi pendapatan Bengkulu.
Salah satunya kata dia pelabuhan Bengkulu. Menurut Wahyu Yuwana Provinsi Bengkulu bersama pihak terkait telah menganggarkan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk revitalisasi perbaikan Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.
Menurut dia anggaran sebesar Rp1 triliun yang akan dialokasikan untuk pengerukan alur dan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai nantinya juga akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
"Dalam sarasehan ini disampaikan bahwa Bengkulu akan menerima anggaran Rp1 triliun untuk revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Ini merupakan salah satu langkah yang kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.