Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyalurkan 12 unit traktor roda empat kepada petani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dalam rangka percepatan luas tambah tanam (LTT) pada musim tanam 2025 di daerah ini.
Penjabat Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Bengkulu Sukim Supandi di Mukomuko, Rabu, mengatakan, untuk menunjang swasembada pangan di Mukomuko, tentunya balai dan pemerintah pusat hadir di tengah-tengah bapak dan ibu petani.
"Di antaranya untuk kelancaran dan untuk mensukseskan kegiatan swasembada pangan tentunya perlu dukungan sarana dam prasarana alat mesin pertanian," katanya.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko menggelar tiga agenda, yakni penyerahan 12 traktor roda empat, panen bersama, dan tanam bersama di satuan permukiman (SP) VIII.
Hadir dalam kegiatan itu Penjabat BBPMKP Bengkulu Sukim Supandi, Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi AB, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Fitriani Ilyas, Kadis Ketahanan Pangan Elxandi Utra Darma, perwakilan Polres dan Kejari Mukomuko.
Penjabat BBPMKP menyampaikan Alhamdulillah karena kegiatan penyerahan alat mesin pertanian, ada tanam bersama, dan panen bersama, besok ada rakor swasembada pangan di Kabupaten Mukomuko.
Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi mengatakan, acara ini suatu kebanggaan Kabupaten Mukomuko atas kebaikan tim Kementerian Pertanian memberi bantuan kepada pemda.untuk mempermudahkan petani mengolah lahan persawahannya.
Setelah bantuan ini diberikan kepada pemda lalu diteruskan kepada petani, dia berpesan supaya traktor ini digunakan sebagaimana mestinya bukan dipajang-pajang saja.
Dia menyebutkan, Kabupaten Mukomuko mayoritas masyarakat petani sawit dan petani persawahan seperti padi.
Pemerintah pusat mengutamakan petani padi supaya swasembada pangan di Kabupaten Mukomuko bisa terealisasi dengan cepat.
Selanjutnya, dia juga berpesan kepada Dinas Pertanian Mukomuko supaya bekerja maksimal dan kepada kelompok tani yang telah menerima hibah dari pusat untuk menjadi motivasi mendukung kegiatan pusat untuk mencapai swasembada pangan nasional.
Kemudian, setelah menerima ini harus bertanggung jawab dengan pemeliharaannya dengan netral penggunaannya dan pemberian ini juga jadikan momen mempercepat pengolahan sawah dalam rangka meningkatkan hasil swasembada pangan di Kabupaten Mukomuko
