Mukomuko (ANTARA) - Pemerintah Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan, melakukan studi banding ke Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, untuk mempelajari implementasi program bantuan seragam sekolah gratis yang telah berlangsung di daerah tersebut sejak empat tahun terakhir.
"Kunjungan ini dalam rangka studi banding, karena tahun ini kami mulai melaksanakan pengadaan seragam sekolah gratis di Pagar Alam. Kami ingin belajar dari pengalaman Mukomuko," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam, Cholmin Heryadi, di sela kunjungannya di Mukomuko, Rabu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Ramon Hoski, mengatakan Pemkab Mukomuko telah menjalankan program bantuan seragam sekolah gratis sejak 2021 dan terus menyempurnakan sistem pelaksanaannya.
Dalam studi banding tersebut, rombongan dari Pagar Alam mempelajari berbagai aspek, mulai dari proses pendataan siswa penerima, jenis seragam yang diberikan, hingga sistem pengadaan dan distribusi seragam.
Ramon mengatakan, pengadaan seragam di Mukomuko menggunakan sistem e-Katalog. Pihak sekolah bertugas mendata siswa penerima, termasuk ukuran seragam, yang kemudian digunakan oleh dinas untuk pengadaan.
"Setelah seragam selesai, sekolah menjemput langsung ke dinas untuk dibagikan kepada siswa. Ini kami lakukan agar distribusi berjalan efisien dan tepat sasaran," kata Ramon.
Untuk tahun 2025, Pemkab Mukomuko kembali mengalokasikan bantuan seragam gratis bagi 8.150 siswa dari jenjang SD dan SMP. Jumlah tersebut terdiri dari 4.447 siswa SD dan 3.703 siswa SMP.
Setiap siswa menerima dua jenis seragam, yakni seragam nasional (merah-putih untuk SD dan biru-putih untuk SMP), serta seragam pramuka. Dengan kunjungan ini, Pemerintah Kota Pagar Alam berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Mukomuko dalam menyukseskan program serupa di wilayahnya.
Pewarta: Ferri AryantoEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026