Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri menyebutkan program "Bupati Ngantor di Desa" atau Bunga Desa efektif menyerap aspirasi warga di daerah itu yang tersebar dalam 156 desa/kelurahan.
"Sudah ada dua desa yang menjadi lokasi program Bunga Desa yakni Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya dan Desa Air Lanang, Kecamatan Curup Selatan. Program ini cukup efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat bawah," kata dia dalam acara dialog kebangsaan di Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Kamis sore.
Dia menjelaskan, program Bunga Desa tersebut sudah menjadi agenda tetap dirinya selaku kepala daerah dengan menyasar 156 desa/kelurahan yang dimulai pada September ini.
Dalam pelaksanaan program Bunga Desa ini, kata dia, dirinya mengajak seluruh OPD yang bisa memberikan pelayanan ke masyarakat desa/kelurahan yang dijadikan lokasi kegiatan.
Pada program Bunga Desa ini dirinya selaku kepala daerah menjadi tahu permasalahan yang sebenarnya terjadi di lapangan, berbagai keluhan dan kesulitan masyarakat desa/kelurahan disampaikan langsung oleh masyarakat mulai dari pembangunan infrastruktur, masalah pertanian, hingga kepada kesulitan mendapatkan gas bersubsidi ukuran 3kg.
Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, Bupati Muhammad Fikri memberikan penekanan kepada seluruh kepala OPD hingga kepala desa dan lurah di daerah itu agar bekerja secara profesional, dan proaktif menanggapi permasalahan yang disampaikan warga.
"Kita semua adalah pelayan masyarakat, kalau ada warga yang menyampaikan permasalahan dengan menghubungi melalui WA agar segera direspons. Saya saja setiap menerima pesan WA dari masyarakat langsung saya baca dan balas," tegasnya.
Sementara itu dalam acara dialog kebangsaan yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Rejang Lebong ini, Bupati Muhammad Fikri juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat di daerah itu untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak jelas sehingga menggiring perpecahan dalam masyarakat.
