Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan semua pusat kesehatan (puskesmas) di daerah ini sudah memiliki Rabies Center untuk memberikan pelayanan terhadap warga yang digigit anjing atau binatang lainnya yang diduga menularkan penyakit rabies.
"Sebanyak 17 puskesmas baik rawat inap maupun jalan. Semuanya sudah ditetapkan sebagai Rabies Center sejak tahun kemarin," kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Hamdan di Mukomuko, Senin.
Dia menjelaskan, saat ini semua puskesmas memiliki stok vaksin anti-rabies sendiri, dan ketersediaan vaksin di puskesmas ini guna mengatasi keterlambatan penanganan pasien untuk mendapatkan vaksin anti-rabies.
Menurut dia, apabila pasien gigitan hewan penular rabies terlambat mendapat VAR, yang ditakutkan penyakit rabies ini dapat merusak susunan saraf pusat dan menyebabkan kematian.
Selain itu, semua puskesmas sudah memiliki petugas kesehatan khusus yang memiliki keahlian setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan petugas kesehatan lain untuk menangani pasien gigitan hewan penular rabies.
Karena petugas kesehatan ini telah dibeli pengetahuan yang berkaitan dengan penanganan rabies di luar daerah ini.
Sementara itu, ia mengatakan, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies terhitung sejak bulan Januari hingga Desember 2025 sebanyak 193 kasus, meningkat dibandingkan 2024 sebanyak 115 kasus.
Namun, dari sebanyak ratusan warga yang digigit hewan penular rabies sejak beberapa tahun ini belum ada pasien yang meninggal dunia akibat digigit hewan penular rabies.
Sedangkan pemakaian atau penggunaan vaksin anti-rabies (VAR) untuk warga yang digigit hewan penular rabies sejak bulan Januari sampai November 2025 sebanyak 580 vial.
Sekarang ini, masih ada stok VAR sebanyak 252 vial yang berada di Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko 152 vial dan di puskesmas sebanyak 100 vial.
