Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, optimistis pendapatan asli daerah (PAD) dari Pajak Barang Jasa Tertentu Tenaga Listrik (PBJT TL) meningkat setiap tahun seiring bertambahnya pelanggan PLN Mukomuko.
Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Mukomuko Eva Tri Rosanti di Mukomuko, Kamis, mengatakan, pemerintah daerah dari dulu sudah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak PLN terkait pajak PBJT TL.
"Terkait setoran pajak ini, seharusnya PLN transparan terkait data wajib pajak, kalau kini kami belum tahu jumlah wajib pajak, dan tidak mungkin setiap tahun jumlah pelanggannya tidak bertambah," katanya.
Kendati demikian, dia mengatakan, pihaknya tentunya mendukung PLN karena sektor PBJT TL yang disetorkan oleh PLN paling besar menyumbang pendapatan untuk daerah ini.
Selanjutnya, ia menekankan, pemerintah daerah jangan hanya menerima setoran pajak saja dari PLN dari tahun ke tahun tetapi penerimaan asli daerah dari sektor pajak ini tidak ada penambahannya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Keuangan Daerah setempat menargetkan pendapatan asli daerah Kabupaten Mukomuko dari PBJT Tenaga Listrik pada tahun 2025 sebesar Rp11,88 miliar.
Sementara realisasi pendapatan asli daerah Kabupaten Mukomuko dari PBJT Tenaga Listrik per 31 Oktober 2025 mencapai Rp9,6 miliar, atau sebesar 80,83 persen dari target sebesar Rp11,8 miliar.
Dia berharap dengan adanya kerja sama dengan PT PLN Mukomuko ini dapat memaksimalkan pendapatan daerah ini dari PBJT Tenaga Listrik atau sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Dia mengatakan, dasar kerja sama dengan PLN adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), yang mengintegrasikan beberapa jenis pajak daerah menjadi PBJT. (Adv)
