Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Provinsi Bengkulu mampu tumbuh lebih baik, yakni pada 4,8 persen di 2025 dibanding 4,62 persen pada 2024.
"Ya dibandingkan dengan 2024, dengan capaian 4,8 persen itu sesuatu yang luar biasa tumbuhnya," kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal di Bengkulu, Kamis.
Dia menjelaskan capaian tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan di 2024 yang sebesar 4,62 persen.
Angka itu juga menunjukkan ekonomi daerah tetap bertahan meski saat ini juga menghadapi tekanan internasional dan gangguan ekonomi dunia.
Perekonomian Provinsi Bengkulu berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku 2025 mencapai Rp111,83 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp57,07 triliun.
Dari sisi produksi, menurut Win Rizal lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,60 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,86 persen.
Meski perekonomian Bengkulu tumbuh lebih baik, menurut dia para pihak masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendorong pertumbuhan agar lebih cepat melalui penguatan sejumlah sektor tanpa meninggalkan pertanian sebagai sektor basis Bengkulu.
"Cuma memang PR kita ke depan, bagaimana caranya supaya tumbuhnya harus lebih jauh lebih tinggi lagi, harus lebih cepat lagi, berarti kan ada beberapa sektor yang harus digenjot, dengan tidak meninggalkan sektor pertanian yang merupakan sektor basis di sini, jadi harus punya beberapa upaya dilakukan," ujar Win Rizal.
