Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumbar, dan Kepulauan Riau (Kepri) Syarti Widya menyebut sekolah tidak dipaksa menerima makan bergizi gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
"Kalau sekolah menganggap MBG tidak diperlukan saat Ramadhan, tak apa-apa. Sama seperti libur anak sekolah kemarin, satuan pendidikan tak dipaksa terima MBG oleh BGN," kata Widya di Tanjungpinang, Jumat.
Menurut dia hal itu asalkan sudah ada kesepakatan bersama antara pihak sekolah dengan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Sekolah yang tidak ingin menerima MBG sepanjang Ramadhan, kata dia, tinggal menyampaikan atau berkoordinasi langsung dengan SPPG.
Widya memastikan pada momen bulan puasa BGN tetap menjalankan program MBG yang menyasar para pelajar, termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Menu MBG yang disalurkan itu dalam bentuk makanan kering untuk berbuka puasa, seperti roti, kurma, telur, hingga kolak.
"Kalau di sekolah, MBG dibagikan saat siang hari menuju waktu berbuka, lalu makanan bisa dibawa pulang ke rumah. Siswa Muslim maupun non-Muslim, perlakuannya sama," ungkapnya.
Widya menambahkan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut terhadap pelaksanaan MBG saat Ramadhan dari Badan Gizi Nasional RI.
Ia turut memaparkan sejauh ini total dapur SPPG yang telah beroperasi di wilayah Kepri mencapai 199 unit dari target 303 unit hingga pertengahan tahun 2026.
Jumlah penerima manfaat MBG sudah sekitar 503 ribu orang atau 80 persen dari target sasaran 638 ribu orang.
"Kami (KPPG) terus mendorong perluasan dapur SPPG dan penerima manfaat di Kepri, apalagi di daerah pulau-pulau terpencil masih banyak yang belum menikmati MBG. Harus segera dibangun SPPG terpencil," demikian Widya.
