Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mengajak masyarakat memanfaatkan pembayaran digital melalui BI-Fast dan kode batang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung kelancaran transaksi selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
"Bank Indonesia terus mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile atau internet banking, termasuk transfer dana menggunakan BI-Fast atau QRIS,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat di Bengkulu, Rabu.
Pemanfaatan pembayaran digital dinilai dapat membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi kebutuhan Ramadhan secara lebih praktis tanpa harus bergantung sepenuhnya pada uang tunai.
Selain memberikan kemudahan, masyarakat juga dinilai bisa lebih terhindar dari potensi peredaran uang palsu.
Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk selalu cermat mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) serta selalu merawat uang Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.
Kemudian, penggunaan sistem pembayaran digital juga diharapkan mampu mengurangi antrean penarikan dan penukaran uang tunai di perbankan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Melalui optimalisasi kanal digital seperti BI-Fast dan QRIS, masyarakat dapat melakukan transfer dan pembayaran secara real time untuk berbagai kebutuhan.
Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan pengguna QRIS di Provinsi Bengkulu dicatat begitu besar mencapai 272.144 transaksi dalam setahun.
"Bengkulu termasuk salah satu provinsi yang punya pengguna QRIS sangat besar, per Desember tercatat 272.144 pengguna dan ini menurut saya sudah luar biasa,” kata dia.
Wahyu Yuwana menjelaskan jumlah tersebut tergolong tinggi karena pengguna yang dihitung merupakan masyarakat yang sudah memiliki kartu tanda penduduk atau berusia dewasa.
"Penduduk Bengkulu keseluruhan hanya sekitar dua juta, dan yang mempunyai KTP atau sudah dewasa tentu hanya sebagiannya saja, dan pengguna QRIS mampu mencapai 272 ribu lebih," ujarnya.
Angka itu menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital terus meningkat. Selain jumlah pengguna, pertumbuhan merchant penerima QRIS di Bengkulu juga signifikan.
